Suara.com - Sampai kapan kita menunggu vaksin yang mampu menangkal virus corona Covid-19? Mengapa begitu lama bagi para peneliti untuk menemukan vaksin tersebut?
Bermacam cara telah dilakukan para pemerintah di dunia dalam menghadapi pandemi corona.
Langkah-langkah seperti karantina, isolasi diri, social distancing, bahkan lockdown telah dilakukan oleh banyak negara.
Semua hal tersebut semata-mata untuk menangani dan mencegah penyebaran penyakit semakin meluas, sambil menunggu vaksin penangkal virus corona ditemukan.
Lantas, mengapa butuh waktu lama bagi para ilmuwan untuk menemukan vaksin tersebut?
Menyadur Daily Mirror, para peneliti di seluruh dunia masih berusaha mengembangkan vaksin Covid-19.
Institusi Kesehatan Nasional Amerika Serikat telah mengembangkan obat pencegahan bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi Moderna.
Percobaan penyuntikan vaksin baru kepada manusia telah dilakukan di Amerika. Percobaan ini dilakukan kepada seorang ibu dua anak, Jennifer Haller. Banyak yang berharap pada keberhasilan percobaan ini.
Tahap pertama percobaan adalah menguji vaksin pada 45 pria dan wanita yang berusia antar 18 dan 55 tahun. Lalu mereka akan menerima dosis kedua di hari ke-28 setelah percobaan pertama.
Baca Juga: Psikolog Minta Orang Tua Beri Edukasi pada Anak soal Virus Corona
Namun, perlu 12 hingga 18 bulan hingga vaksin dapat digunakan secara luas.
Pakar penyakit menular, Dr John Tregoning mengatakan kepada BBC, "Vaksin ini menggunakan teknologi yang sudah ada sebelumnya. Ini dibuat dengan standar yang sangat tinggi, menggunakan bahan yang aman digunakan pada manusia, dan mereka yang melakukan percobaan akan selalu dipantau".
Tregoning menambahkan, proses mengembangkan vaksin bukanlah urusan soal perlombaan antar ilmuwan, melainkan perlombaan melawan virus demi kepentingan kemanusiaan.
Ia juga menerangkan butuh waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan tahap pertama pengujian manusia, kemudian perlu diikuti dengan uji klinis yang bisa memakan waktu hingga 8 bulan.
Sementara itu, ada tiga tahapan pengujian vaksin.
Yang pertama adalah melibatkan kelompok-kelompok kecil yang dirancang untuk memastikan vaksin tersebut aman dikonsumsi manusia.
Berita Terkait
-
Cegah Corona, Peralatan Pelatnas PBSI Disemprot Disinfektan
-
Chen Wei, Wonder Woman China yang Temukan Vaksin Virus Corona
-
Cegah Virus Corona, Ini Cara Arab Saudi Bersihkan Masjidil Haram dan Ka'bah
-
Tips Bersihkan Ponsel untuk Cegah Virus Corona
-
Kisah Jennifer Haller, Rela Jadi Orang Pertama yang Disuntik Vaksin Corona
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi