Pembatalan dan penundaan besar-besaran ini tentu berpengaruh pada pendapatan dan mengancam mata pencaharian orang-orang yang terlibat di dalamnya.
2. Sektor Manufaktur
Imbas lockdown pada industri manufaktur begitu dirasakan oleh Italia. Negara ini dikenal dengan berbagai merk produk fashion seperti pakaian, tas dan sepatu.
Menurut Quartz, perusahaan produsen item fashion mengalami kejatuhan setelah pemerintah Italia mengeluarkan kebijakan lockdown.
Penghasil tekstil dan pakaian yang tersebar di beberapa provinsi di Italia tak bisa berproduksi lagi karena harus mengarantina diri.
Pabrik Candiani, produsen denim yang biasa memasok barang ke merk fashion seperti Hugo Boss dan Stella McCartney mengumumkan untuk membatasi kunjungan stafnya ke klien mereka.
Label fashion Gucci dan Saint Laurent juga mengalami kendala karena pemasok bahan mereka, Kering mengalami isolasi.
Produsen tas tangan untuk Gucci mengatakan kepada Reuters bahwa jumlah produksi mereka mengalami penurunan. Jika biasanya mereka menghasilkan 1000 tas per bulan untuk Gucci, namun sejak Februari lalu turun menjadi 450 saja. Selain itu, permintaan untuk bulan Maret, April, atau Mei juga menghilang.
Flavio Cereda, seorang analis di Jefferies, mengatakan kepada Reuters bahwa dia belum melihat tanda-tanda masalah rantai pasokan. Namun, ia memperkirakan jika lockdown akan menyebabkan masalah pada jangka waktu yang lebih panjang.
Baca Juga: Jokowi Pesan Jutaan Avigan dan Chloroquine untuk Obati Pasien Corona
3. Sektor Ekonomi
Imbas pada sektor ekonomi terjadi akibat efek domino dari melemahnya sektor-sektor lain. Investor akan menurun bahkan menghilang, seperti yang dialami Italia.
"Italia memiliki kondisi berbeda yang bisa jadi peringatan untuk negara lain di Eropa jika situasi (pandemi) semakin parah," kata ahli strategi obligasi sebuah perusahaan manajemen investasi di London.
Menyadur dari VOA News, di Manila pemberlakuan lockdown yang dimulai sejak 15 Maret hingga 14 April memangkas pertumbuhan ekonomi nasional.
"Jika orang tidak dapat bekerja, maka mereka tidak dapat bayaran," kata Christian de Guzman, wakil presiden dan pejabat kredit senior di Moody's Sovereign Risk Group.
Maria Ela Atienza, profesor ilmu politik di Universitas Filipina Diliman mengatakan, para pejabat belum menjelaskan apakah pemerintah akan memberi kompensasi kepada orang-orang yang tidak dapat bekerja atau orang-orang yang harus menutup toko.
Berita Terkait
-
Destinasi Wisata di Pandeglang Ditutup, PHRI: Tanpa Diumumkan Sudah Sepi
-
Angka Kematian Pasien Corona Italia Melonjak, 3 Pemain Juventus Nekat Mudik
-
Corona Menyerang Italia sampai Lockdown, Warga: Awalnya Kami Meremehkan
-
Lockdown di Italia, Warga Masih Bisa Pesan Antar Makanan
-
Jika Lockdown Diterapkan, Ini 5 Hal Penting yang Perlu Disiapkan Pemerintah
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Zulhas Sebar Hewan Kurban saat Iduladha, dari Jakarta hingga NTT
-
Studi Ungkap Cara Kurangi Konflik Lahan dalam Pengembangan Energi Surya
-
Soal Prabowo ke Prancis Saat Iduladha, Gerindra Sebut Ini Agenda Negara
-
Rano Karno Serahkan Sapi Kurban ke RT Canggih di Gandaria
-
Pramono Wukuf di Arafah, Rano Karno Salat Id di Saf Depan Bersama Warga di Balai Kota
-
Wapres Gibran dan Jan Ethes Salat Iduladha Bersama di Masjid Istiqlal
-
Hari H Iduladha, Masjid Istiqlal Sudah Terima 64 Sapi dan 13 Kambing
-
Nasaruddin Umar Terima Sapi Kurban dari Presiden dan Wapres
-
Kemenpar Bakal Tertibkan Penginapan Ilegal di OTA, 1.600 Akomodasi Terancam Dihapus
-
Jemaah Mulai Padati Masjid Istiqlal untuk Salat Iduladha 1447 H, Pengamanan Diperketat