- PSI secara resmi meminta penyidik Polri segera menahan Roy Suryo terkait kasus dugaan penyebaran isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
- Ketua Bidang Hukum DPP PSI menekankan penahanan penting untuk mencegah pengulangan perbuatan selama proses penyidikan berlangsung.
- Langkah tegas penegak hukum ini diharapkan dapat meredam kegaduhan sosial serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Suara.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mendorong aparat kepolisian untuk segera menahan Roy Suryo dan pihak-pihak terkait dalam kasus penyebaran isu dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo.
PSI menilai langkah tegas diperlukan demi mencegah pengulangan perbuatan serta menjaga kepastian hukum.
Ketua Bidang Hukum DPP PSI, Nasrullah, menegaskan bahwa penyidik Polri harus bersikap konsisten dan profesional dalam menangani perkara tersebut.
“Kami secara tegas meminta penyidik Polri untuk segera melakukan penahanan terhadap Roy Suryo dan pihak-pihak terkait dalam kasus isu ijazah palsu Pak Jokowi,” kata Nasrullah.
Menurut Nasrullah, penahanan penting dilakukan apabila seseorang yang sedang diproses hukum diduga mengulangi perbuatan yang sama. Dalam kondisi tersebut, potensi terjadinya tindak pidana lanjutan serta gangguan terhadap ketertiban umum tidak boleh diabaikan.
Ia menekankan bahwa penahanan bukanlah bentuk penghukuman, melainkan mekanisme hukum yang sah dalam proses penyidikan.
“Penahanan dalam hukum acara pidana bukanlah bentuk penghukuman, melainkan instrumen hukum yang sah dan proporsional untuk mencegah pengulangan perbuatan serta memastikan proses penyidikan berjalan efektif, sepanjang syarat objektif dan subjektifnya telah terpenuhi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Nasrullah menyebut negara memiliki kewajiban konstitusional untuk melindungi hak setiap warga negara secara setara, termasuk hak Presiden Joko Widodo atas kehormatan, martabat, dan rasa aman.
“Termasuk hak Bapak Joko Widodo sebagai warga negara, tanpa mengesampingkan asas praduga tak bersalah bagi pihak yang sedang menjalani proses hukum,” tegasnya.
Baca Juga: Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
PSI meyakini ketegasan aparat penegak hukum akan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk meredam kegaduhan sosial dan menjaga stabilitas politik nasional.
“Langkah tegas penyidik, termasuk melakukan penahanan secara profesional dan objektif, justru penting untuk menjaga stabilitas politik serta memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri dan penegakan hukum,” tutup Nasrullah.
Tag
Berita Terkait
-
Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
-
Diserang Balik Isu Ijazah Palsu, Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya!
-
Dokter Tifa: Foto Muda Jokowi Cuma Mirip 1 Persen, 99 Persen Itu Orang Berbeda
-
Dokter Tifa Bongkar 6 Versi Ijazah Jokowi, Sebut Temuan Polda Blunder
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
Terkini
-
Survei Cyrus Network: 70 Persen Masyarakat Puas Kinerja Menteri Kabinet Merah Putih
-
Survei Cyrus: 65,4 Persen Publik Dukung MBG
-
Lolos dari Bandara Soetta, Sabu 4,8 Kg Kiriman dari Iran Disergap di Pamulang!
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Bisa Jadi Pintu Masuk HIV: 19 dari 20 Remaja Jakarta Terinfeksi Penyakit Menular Seksual
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029