Agung Sandy Lesmana | Yosea Arga Pramudita
Kamis, 26 Maret 2020 | 11:31 WIB
Sejumlah petugas menyiapkan peralatan medis yang akan digunakan untuk Rumah Sakit Darurat penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kekinian telah dijadikan rumah sakit darurat penanganan virus corona Covid-19. Rumah sakit darurat ini telah beroperasi sejak Senin (23/3/2020) pekan ini.

Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen Eko Margiyono mengatakan, rumah sakit ini didirikan untuk menampung pasien positif jika jumlahnya makin meningkat.

Pada satu sisi, daya tampung rumah sakit rujukan lainnya tidak cukup menampung pasien dalam jumlah besar.

"Latar belakang didirikannya rumah sakit ini adalah pemerintah sudah mengantisipasi apabila penyebaran virus Covid-19 tidak bisa kami bendung, pasti akan banyak terpapar virus. Sementara apabila mengandalkan rumah sakit yang ada, jelas tidak mungkin," ucap dalam keterangan resmi di akun Youtube BNPB, Kamis (26/3/2020).

Eko menyebut, ada skenario terburuk yang akan terjadi, yakni jumlah pasien positif di Jakarta akan menyentuh angka 8 ribu. Hal itu merujuk pada simulasi yang dilakukan oleh Forkopimda DKI Jakarta.

"Dari hasil simulasi Forkopimda DKI, karena daerah Jakarta banyak terpapar virus ini, skenario terburuk ada 6000 sampai 8000 orang positif," kata dia.

Rumah sakit darurat Covid-19 ini akan menggunakan dua tower yang berada di Wisma Atlet, yakni tower 6 dan 7. Dua tower itu mampu menampung sebanyak 3 ribu pasien dengan rincian tower 7 memunyai kapasitas 1.700 orang dan tower 6 berkapasitas 1.300 orang.

Sampai Kamis (26/3/2020), total ada 208 pasien yang berada di rumah sakit darurat ini. Pada hari Senin (23/3/2020) masuk 74 pasien. Selanjutnya pada Rabu (25/3/2020) kemarin, masuk 178 pasien.

Diketahui, angka kasus positif virus corona Covid-19 yang terjadi di Indonesia terus melonjak. Hingga hari Rabu (25/3/2020), total ada 790 orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Artinya, ada penambahan sebanyak 105 kasus baru. Sebelumnya, data per-Selasa (24/3/2020) terdapat 685 --pemerintah merevisi jumlah data 686 karena ada satu pasien tercatat di dua rumah sakit-- pasien positif Covid-19.

Sementara itu, kasus kematian akibat virus corona Covid-19 juga kembali bertambah. Hingga kekinian, ada penambahan sebanyak tiga kasus sehingga total ada 58 pasien yang meninggal dunia.

Untuk pasien yang dinyatakan sembuh dan negatif dari Covid-19 bertambah satu orang. Sehingga hingga kekinian ada 31 pasien yang dinyatakan sembuh.

Read more...