Suara.com - Cuitan ekonom senior Faisal Basri di media sosial menuai atensi publik usai menyebut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan lebih berbahaya ketimbang virus corona COVID-19.
"Luhut Panjaitan lebih berbahaya dari coronavirus COVID-19," tulisnya melalui akun Twitter-nya @FaisalBasri.
Belum diketahui apa maksud di balik cuitan tersebut karena ia tak menyertakan konteks di dalam cuitannya. Namun, cuitan tersebut viral hingga memperoleh 42 ribu likes dan dibagikan hingga 20 ribu kali.
Warganet pun terbelah antara yang sepakat dengan cuitan Faisal Basri dan yang mengecamnya karena mengatakan hal yang demikian.
BACA JUGA: Disebut Pembisik Presiden, Luhut: Coba Buktikan, Nanti Saya Cium Tangannya
Salah satu warganet yang mendukung @adil**** memuji keberanian ekonom senior itu.
"Tak banyak yang berani sama LBP. Selain mas @msaid_didu, satu lagi pak Faisal Basri," tukasnya.
Beberapa warganet lain juga membalas cuitan tersebut dengan keluh kesah mereka selama menghadapi masa pandemi corona. Salah satunya seperti diungkapkan oleh @Qshar****.
"Bapak aja sampai gedeg gini, gimana rakyat-rakyat kecil yang nasibnya gak jelas, di rumah aja tanpa ada kepastian batas waktu dan jaminan kebutuhan pokok. Belum anak-anak kecil yang mulai pada bosen karena hampir satu bulan dikurung di rumah aja, gak bisa main dengan teman-temannya," tulis @Qshar****.
Baca Juga: Bule hingga Perokok, Kriteria Pacar Idaman Salmafina Sunan
Ada pula warganet yang mengingatkan Faisal Basri untuk berhati-hati karena khawatir cuitan tersebut bisa berdampak pada keselamatan sang ekonom.
"Hati-hati bang @FaisalBasri. Meskipun banyak publik yang setuju dengan opininya. Penguasa bisa menentukan segalanya dan apa maunya," kata @tris****.
Sementara itu, dari kubu yang mengecamnya, menuduh Faisal melakukan tindakan pencemaran nama baik.
"Keras tapi sudah masuk kategori pencemaran nama baik. Ada pertanggungjawaban hukum di dalamnya," tulis akun @aew****.
Selain itu, ia juga dituduh sebagai ekonom yang menyesatkan karena pernyataannya itu.
"Ekonom kok pernyataannya menyesatkan gini ya. Heran," tulis akun @Mosth*****.
Berita Terkait
-
Video Detik-Detik Mencekam, Perempuan Meninggal Dunia Usai Jatuh dari Flying Fox
-
Sehidup Semaling! Sejoli Ini Tega Kuras Uang ATM Nenek-Nenek Pedagang Pasar Sampai Rp45 Juta
-
Perut Mendadak Membesar Bak Hamil, Tiktoker Ini Curhat Idap Kista Ovarium Akibat Sering Makan Seblak
-
Viral Wisatawan Jatuh dari Ayunan Tebing, Korban Sempat Teriak: Tali Tidak Kencang!
-
Misteri Hilangnya Pebisnis Berakhir Horor, Polisi Temukan Jasad dalam Perut Buaya Raksasa
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas