Suara.com - Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal menagih permintaan mereka ke pemerintah pusat untuk meningkatkan fasilitas kesehatan di wilayahnya, sebab hingga hari ini permintaan itu belum juga dipenuhi.
Abdul Hamid mengatakan hal itu diminta warganya sebagai kompensasi dari keterlambatan informasi yang menyebabkan warganya resah yang akhinya bersedia menerima 238 WNI dari Wuhan, Hubei, China pada awal Februari lalu.
"Jadi kepada pemerintah pusat, Pak Menkes, kan sudah janji mau melengkapi rumah sakit Natuna sampai jadi tipe B, tapi sampai sekarang ini belum ada. Kalau bisa mohonlah dipercepat dalam rangka mengantisipasi corona ini," kata Abdul Hamid saat dihubungi Suara.com, Selasa (7/4/2020).
Abdul Hamid mengakui hingga kini belum ada rumah sakit di Natuna yang siap baik secara sumber daya tenaga medis maupun peralatannya.
"Belum ada rumah sakit, memang ada rujukan transit saja di RSUD itu tapi ada 4 tempat tidur saja, di Natuna enggak ada, enggak sanggup, karena tenaga medis kita sangat minim," kata dia.
Untuk sementara, lanjut Abdul Hamid, Pemerintah Kabupaten Natuna akan marujuk pasien ke wilayah lain jika ada kasus positif virus corona COVID-19 seperti ke Pulau Batam atau ke Pulau Galang, Kepulauan Seribu, Jakarta.
"Mau gak mau ke Batam atau ke Galang dah sekarang, karena dis ana kan rumah sakitnya sudah operasi tuh," ucapnya.
Abdul bersyukur hingga saat ini belum ada warganya yang terinfeksi virus corona, namun menurut data dinkes Abdul menyebut ada sekitar 100 Orang Dalam Pengawasan (ODP) Corona di Natuna.
"Alhamdulillah masih aman, masih zero, tak ada yang PDP, ODP saja ada 100, baru balek mahasiswa itu, budak mahasiswa yang libur dari pinang, batam, jogja," tutup Abdul Hamid.
Baca Juga: Desa di Natuna Siapkan Gedung SMP untuk Karantina Warganya yang Mudik
Diketahui, pada Selasa (4/2/2020) lalu, Abdul Hamid bersama Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, dan Ketua DPRD Natuna Andes Putra berangkat ke Jakarta untuk menemui Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menko Polhukam Mahfud MD, hingga Komisi IX DPR RI.
Mereka minta pemerintah pusat membangun rumah sakit sebagai kompensasi polemik karantina WNI dari Wuhan, pusat virus corona.
Abdul Hamid mengatakan keterlambatan informasi dari pusat ke Natuna soal penunjukkan lokasi karantina harus diimbangi dengan peningkatan dan pembangunan fasilitas rumah sakit di Natuna.
Abdul juga menyebut aksi penolakan warganya pada saat itu bukan karena tidak cinta dengan saudara WNI dari Wuhan melainkan lebih kepada kecemasan masyarakat karena fasilitas kesehatan di Natuna belum canggih.
Berita Terkait
-
Ramayana Depok Akan Pecat Ratusan Karyawan, Imbas Corona Tak Ada Pembeli
-
Kesulitan Jual karena Corona, Petani Pilih Bagi-bagi Hasil Panen ke Warga
-
Tolak Pakai Masker dan Ludahi Penumpang, Perempuan Ini Diborgol di Kereta
-
Menkes Terawan Setujui PSBB Corona di Jakarta, Anak Buah Anies Membantah
-
Anak Buah Prabowo: Riza Patria Bantu Anies Selamatkan Jakarta dari Corona
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Kemensos Jaring 700 Anak Jalanan dan Putus Sekolah untuk Masuk Sekolah Rakyat
-
Meutya Hafid Ungkap Modus Baru Penipuan, Pelaku Ngaku Anggota DPR lalu Minta Sumbangan
-
Amien Rais Ingatkan Prabowo: Hati-hati dengan 'All the President's Men' yang Bermental Bejat
-
Meutya Hafid Beberkan Hasil Pemberantasan Judol: 3,4 Juta Situs Ditutup, Ribuan Rekening Diblokir
-
Kecil Korban Bullying Besar Jadi Pembunuh Hamas, Ini Tampang Direktur Mossad Baru Roman Gofman
-
Kementerian P2MI Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman untuk Perkuat Pelindungan PMI
-
Prabowo Tambah Kekuatan Militer RI, 6 Jet Rafale hingga Rudal Meteor Diserahkan ke TNI
-
Ribuan Warga Menonton Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran, KDM: Berdampak Positif bagi Ekonomi
-
Jakarta Catat 6 Suspek Hantavirus, Aktivitas Bersih-Bersih Rumah Bisa Jadi Pemicu Paparan
-
Guntur Romli Soal Ucapan 'Rakyat Desa Tak Pakai Dolar': Kalau di Cerdas Cermat, Skornya Minus 5