Suara.com - Sejumlah perhiasan yang dipajang di toko emas di Pasar Kemiri, Jakarta Barat nyaris ludes digasak komplotan perampok bersenjata api pada Senin (6/4/2020).
Saat kejadian, warga sekitar tak ada yang berani mendekat lantaran takut ditembak kelompok bandit yang beraksi saat siang hari sekitar pukul 13.00 WIB
Ditemui Suara.com di sekitar lokasi Toko emas, pada Rabu (8/4/2020) salah satu warga yang bertugas sebagai juru parkir mini market di samping Toko emas, mengatakan, saat komplotan rampok melancarkan aksinya tak ada warga yang berani mendekat.
"Kejadiannya kemaren (Senin 6 April) tengah hari, gak ada warga yang mendekat pada takut. Ya gimana orang bawa pistol," katanya kepada Suara.com.
Kendati begitu, menurutnya, tidak ada korban jiwa dari aksi perampokan bersenpi tersebut.
"Engga ada korban jiwa. Perampok langsung kabur. Gak lama polisi baru datang," katanya.
Diketahui, sebuah toko emas di Pasar Kemiri, Jakarta Barat disantroni kompolotan perampok. Aksi perampokan ini terjadi di tengah pandemi virus Corona Covid-19.
Saat bersaksi, komplotan bandit menggasak 1,5 kilogram perak dan 0,5 kilogram emas senilai Rp 400 juta.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut, komplotan perampok tersebut diduga sebanyak empat orang.
Baca Juga: Bukan Corona, Cewek ABG Terkapar di Terminal karena Diajak Mabuk Pengamen
Dua di antaranya bertugas memantau situasi di sekitar, tatkala perampok yang lain tengah beraksi di dalam toko.
"Kejadian sekitar pukul 13.15 WIB, sementara diduga pelaku ada empat orang, dua tunggu di luar, dua beraksi di dalam toko," kata Yusri kepada wartawan, Senin (6/4/2020).
Dia mengatakan, komplotan perampok sempat mengancam pemilik toko dengan senjata api jenis revolver. Sejauh ini, polisi masih melakukan penyelidikan guna meringkus para pelaku yang kini masih buron.
Berita Terkait
-
Kondisi Terkini Toko Emas Pasar Kemiri Jakbar Usai Digasak Perampok
-
Apartemen Pasutri WN Amerika Disatroni Perampok Sadis, Suami Dibacok
-
Raja Tega! Joker Cs Rampok Warung, Mbok Jamu hingga Tukang Tahu saat Corona
-
Disuruh Belajar di Rumah, 2 Pelajar di Medan Malah Nekat Rampok Handphone
-
Kasir Tangan Kosong Bekuk Perampok, Diberondong Peluru hingga Perut Terluka
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo: Sekolah Rakyat Jadi Solusi Cegah Tragedi Siswa di Ngada NTT Terulang
-
Kemensos Bidik 400 Ribu Lansia dan Disabilitas Akan Dapat MBG
-
Santai Jelang Diperiksa Polisi, Haris Azhar: Klarifikasi Pandji Masih Tahap Ngobrol
-
Panik Gempa Dini Hari, Belasan Warga Bantul Luka-luka Akibat Terbentur saat Selamatkan Diri
-
Jaksa Sebut Temukan Bukti Tekanan Proyek Chromebook, Kesaksian PPK Berpotensi Beratkan Nadiem
-
Duduk Perkara Ketegangan Dishub DKI dan Sekelompok Pria di Tanah Abang Terkait Parkir Trotoar
-
Usut Manipulasi Pajak, Kejagung Tunggu Hasil Audit Penghitungan Kerugian Negara dari BPKP
-
Kemenkes Bangun 66 RS Tipe C di Daerah Terpencil, Apa Saja Fasilitas Canggihnya?
-
KPK Ungkap Ada Jatah Bulanan Rp7 Miliar ke Bea Cukai Agar Tak Cek Barang Bawaan PT Blueray
-
Terkuak! Alasan Kejagung Pertahankan Cekal Saksi Kasus Korupsi Pajak Walau KUHP Baru Berbeda