Suara.com - Suara dentuman misterius mengegerkan sejumlah warga di wilayah Jabodetabek pada Sabtu (11/4/2020) dini hari WIB. Banyak warga menduga itu berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
Warga ramai membicarakan soal dentuman ini di linimasa jejaring sosial Twitter. Hingga berita ini disusun, suara dentuman tersebut menjadi salah satu trending topic di Twitter.
Salah satunya presenter sekaligus penyiar Desta. Melalui akun Twitter miliknya @desta80s, dia mempertanyakan suara dentuman yang terdengar kepada warganet.
"Suara apa itu tadi? Sekarang perlahan mulai hilang," ujar Desta seperti dikutip Suara.com, Sabtu (11/4/2020).
Pun salah satu yang menduga bahwa suara itu berasal dari erupsi Anak Krakatau adalah sutradara terkenal Joko Anwar. Dia mengibaratkan dentuman itu seperti suara tabuhan drum.
"Suara erupsi Anak Krakatau kedengeran sampai Tanah Kusir :( Gue kira ada yang main drum malam-malam dari jauh. :(," cuit Joko Anwar lewat akun Twitter, @jokoanwar.
Berikut cuitan warganet terkait suara dentuman itu:
"Aku dengar #dentuman kayak gemuruh gludug gitu, agak panjang gemuruhnya sekitar pukul 21.00 WIB," cuit akun @ekorustamaji92.
"Katanya #dentuman di Jabodebek tuh bukan karena Anak Gunung Krakatau meletus, masuk akal juga si soalnya yg tinggal di banten dan lampung aja ga ngerasain bunyi apa apa katanya. Lalu dr mana asal suara dentumannya?" kicau akun @pecintabl_.
Baca Juga: Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung Pagi Ini
"If that sound not from krakatau. Where from ? That sound so noisy and make the human so scared. God, please keep me and all people who loving with you. #dentuman #Erupsi #jabodetabek krakatau gempa," cuit akun @Waidiq.
"What is that boom boom sound??? People said it’s anak #krakatau but I don’t think so. Anak krakatau had exploded herself earlier, so its impossible for it to create boom sound. please God, take care of us, stay safe guys!" kicau akun @PINDAHS_.
Bahkan ada sejumlah warganet yang mengatakan dentuman tersebut sampai menggetarkan daun pintu. Ada pula warganet yang mengunggah rekaman dentuman itu.
"Yang dentuman ada yang bilang tadi soal konversi awan. Tapi kalo aku lebih ngerasa gagang pintu goyang, berarti gak mungkin konversi awan gak sih? Masa iya ‘gledek’ gitu nyampe gagang pintu goyang," ujar warganet pengguna akun @itsisnaa.
Kendati demikian, Kepala Sub Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Anak Krakatau Hendra Gunawan membantah dentuman itu dari erupsi.
Hendra Gunawan mengatakan suara dentuman yang terdengar di wilayah Jakarta, Depok dan Bogor bukanlah dari aktivitas Anak Krakatau.
Berita Terkait
-
Letusan Gunung Anak Krakatau Masih Berlangsung Pagi Ini
-
Dentuman Gunung Anak Krakatau Terdengar di Beberapa Wilayah, Ini Kata Ahli
-
Gunung Anak Krakatau Meletus, Dentumannya Terdengar ke Depok Hingga Jaktim
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi, Semburan Abu Mencapai 500 Meter
-
Viral Foto Boba Sebesar Bakso, Warganet: Nyedotnya Pakai Sedot WC Ini
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Tambang Emas Ilegal di Cigudeg Sulit Diberantas? Diduga Ada Cepu Bocorkan Razia Polisi
-
Darah Tumpah di Caracas, 75 Tewas Saat Pasukan AS Serbu dan Tangkap Presiden Maduro
-
Wagub Babel Dicecar 10 Jam di Bareskrim, Misteri Ijazah Sarjana Terkuak?
-
Yusril Sebut Batas Kritik dan Hinaan di KUHP Baru Sudah Jelas
-
Update Terbaru Kompleks Haji Indonesia di Arab Saudi, Siap Meluncur Tahun Ini
-
Rugikan Negara Rp16,8 Triliun, Isa Rachmatarwata Dipenjara 1,5 Tahun
-
'Raja Bolos' di MK: Anwar Usman 113 Kali Absen Sidang, MKMK Cuma Kirim Surat Peringatan
-
4 WNA Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Kapal PT ASL Shipyard di Batam
-
AS Ancam 'Serang' Iran, Senator Sebut Rezim Teheran Mirip dengan Nazi
-
Anak Marah Gawainya Dilihat? Densus 88 Ungkap 6 Ciri Terpapar Ekstremisme Berbahaya