Suara.com - Pemimpin umat Katolik Paus Fransiskus melontarkan guyonan penuh semangat kepada sekelompok mahasiswa seminari di Scot College.
Ia menyebut Wiski Skotch pemberian para mahasiswa sebagai 'Air Suci yang Sesungguhnya' namun lelucon itu malah dihapus oleh pihak Vatikan.
Diberitakan New York Post, Vatikan menghapus lelucon itu karena akan ditayangkan dalam film dokumenter tentang para seminaris di Universitas Scot di Roma.
Dalam cuplikan video tersebut, Paus yang berusia 83 tahun menerima sebotol Wiski Oban 14 dari seorang mahasiswa.
Namun, pihak Vatikan mengatakan bahwa lelucon Paus soal 'Air Suci yang Sesungguhnya' dihapus karena video dokumenter berjudul 'Sekolah Pendeta' itu bakal tayang di BBC hari Minggu pekan ini.
"Kami merekam pertemuan para mahasiswa dengan Paus di Istana Apostolik. Salah satu dari mereka kemudian ditugaskan untuk memberi Paus sebotol malt [jenis wiski], karena mereka tahu Paus suka wiski," kata Tony Kearney, sutradara film.
"Dia benar-benar ramah. Ketika mereka menyerahkan botol itu, alih-alih menyerahkannya kepada asisten seperti biasa, Paus mengangkat botol itu dan berkata 'Questa e la vera acqua santa' yang artinya adalah 'Ini baru air suci yang sesungguhnya'," kata Kearney.
"Selepas itu dia tertawa terbahak-bahak dan itu benar-benar momen yang tidak terlupakan. Orang-orang tidak lagi merasa canggung," lanjutnya.
Namun, Kearney sudah terlanjur berjanji jika Vatikan berhak melihat dokumenter buatannya sebelum dirilis. Itu artinya, apabila ada yang tidak disetujui maka bagian itu bakal dihapus.
Baca Juga: Videonya Viral, Begal Motor Sadis Langsung Tembak Kepala Korban
"Jadi kami kirimi mereka file kami tapi setelah dikirim kembali, bagian itu sudah hilang, terpotong," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Vatikan Tolak Board of Peace Trump, Paus Pertama AS Soroti Konflik Moral
-
Vatikan Tolak Undangan Masuk Board of Peace
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Review Film Shelter: Misi Berbahaya Jason Statham Selamatkan Remaja Putri
-
Kain, Iman, dan Harapan: Perjalanan Karya Seniman Jogja hingga Panggung Natal Vatikan
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Komisi VIII DPR RI Awasi Langsung Penyaluran PKH dan Sembako di Batam
-
Diskon Tiket KA Lebaran 2026 Masih Tersedia, KAI Daop 6 Imbau Warga Segera Pesan
-
Ketua MPR Soroti Kasus Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas di Tual: Harus Jadi Pelajaran!
-
Pakar UI: Indonesia Wajib Waspada 'Akal Bulus' Israel di Balik Rekonstruksi Gaza dalam BoP
-
Rocky Gerung: Perjanjian Dagang Prabowo-Trump 'Menghina Indonesia'!
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer