Suara.com - Sekitar 700-an warga Indonesia (WNI) Jamaah Tabligh terjebak di India karena pemberlakuan lockdown atau karantina wilayah sejak 23 Maret 2020. Khairil Marzuq WNI asal Medan, mengatakan WNI seringkali mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari petugas.
Khairil yang ditunjuk sebagai penanggung jawab WNI Jamaah Tabligh mengatakan seringkali mendapatkan laporan perlakuan tidak ramah dari warga Indonesia lainnya.
WNI, lanjut dia, diperlakukan seperti tahanan saat masa karantina. Polisi terkadang seringkali menunjukkan sikap provokasi agar WNI melakukan perlawanan. Namun, Khairil telah meminta WNI lainnya untuk tidak terpancing.
"Ada yang dia di ruangan terkunci semua, jadi semua pintu terkunci digembok sudah 21 hari atau 22 hari begitu mereka sudah berada di ruangan terkunci dan hanya diberikan makanan yah seperti tahanan lah," jelas dia.
Makanan pun setiap harinya diberikan dengan menu yang sama yakni Kacang Dhal.
Depresi karena ketidakjelasan mengenai kapan diperbolehkannya untuk pulang, bentakan dan pemukulan juga dialami oleh WNI.
Dia menceritakan adanya laporan dari WNI yang dipukul menggunakan gagang sapu oleh petugas kebersihan karantina.
"Itu penghinaan sekali dia pukul pake gagang sapu dia sedang nyapu dan teman kita lagi duduk di taman tidak ada hubungannya dengan dia yang menyapu tidak menghalangi dan tiba-tiba mereka datang bertiga dan langsung mengusir sambil memukul," tutur Khairil.
Selain khairil, cerita mengenai kondisi depresi juga dialami oleh Ali Syahbana salah satu WNI asal Makasar yang berada di lokasi karantina berbeda.
Baca Juga: Jajal Performa Gaming Samsung Galaxy S20 Ultra
Ali Syahbana, yang dikarantina di sebuah sekolah di New Delhi, mengaku depresi karena tidak diperbolehkan keluar.
Makanan dan minuman yang disediakan oleh pemerintah India tidak pernah berubah jelas dia.
Pasokan yang akan diberikan oleh Kedutaan Besar RI untuk WNI pun dipersulit oleh petugas karantina.
"Kami seperti di penjara, pihak KBRI saja mau pasok kebutuhan kami hrus dapat izin dulu dari Kementerian Luar Negeri India, kan aneh pak akhirnya ada sudah kawan-kawan yang mandi samponya pake sabun batang," jelas dia kepada Anadolu Agency.
Berat badan, kata dia, turun 10-15kg karena depresi dengan keadaan karantina.
"Kami hanya tertekan batin saja pak, karena masa karantina yang sebenarnya cuman 14 hari malah pemerintah India tambah 2 pekan lagi, tidak tahu maksudnya apa pak," tukas dia.
Tag
Berita Terkait
-
Tertahan di Sleman, 9 Warga India Positif Covid-19 dari Hasil Rapid Test
-
Di Tengah Pandemi Corona, Ratusan Jemaah Tabligh Indonesia Ditahan di India
-
India Diterpa Isu Islamofobia saat Corona, Tifatul: Boikot Produknya!
-
Terjebak Lockdown India, 6 Pelancong Tinggal di Gua Selama 25 Hari
-
Dampak Lockdown, Gadis 12 Tahun Kelaparan dan Tewas Usai Jalan Kaki 100 Km
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor
-
AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi
-
Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas
-
Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke
-
Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen
-
Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya
-
Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan
-
22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing
-
Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan
-
Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut