Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memgaku telah sepakat dengan DPR untuk menunda pembahasan Rancangan Undang-undang Cipta Kerja (RUU Ciptaker).
Terkait hal itu, organisasi buruh, Konferedasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga akhirnya membatalkan niatnya malakukan aksi unjuk rasa.
Mulanya KSPI dan serikat buruh lainnya memiliki rencana untuk melakukan aksi unjuk rasa di DPR RI dan di depan Gedung Kemenko Perekonomian pada 30 April nanti.
"Maka dengan demikian, serikat buruh termasuk KSPI dengan ini menyatakan batal atau tidak jadi aksi pada tanggal 30 April di DPR RI dan Kemenko Perekonomian," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2020).
Said menuturkan di samping pembatalan aksi unjuk rasa tersebut, KSPI dan MPBI malah memberikan apresiasi kepada Jokowi yang sudah mau mendengarkan aspirasi dari semua pihak yang menolak adanya pembahasan RUU Ciptaker di tengah pandemi Covid-19.
Oleh karena itu menurutnya dengan ada pembatalan pembahasan RUU Ciptaker tersebut bisa menjadikan momentum bangsa dan Indonesia lebih fokus melawan Covid-19.
"Keputusan Presiden Jokowi inilah momentum bagi kita semua termasuk kaum buruh untuk menjaga persatuan Indonesia dalam melawan Covid-19 dan mengatur strategi bersama mencegah darurat PHK pasca pandemi Corona," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Said meyakini Jokowi akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh untuk membahas ulang klaster ketenagakerjaan dalam RUU Ciptaker dengan melibatkan serikat pekerja atau serikat buruh. Menurutnya, pembahasan itu bisa dilakukan apabila pandemi Covid-19 telah benar-benar selesai di tanah air.
"Hal ini tercermin dari pernyataan presiden yang menyatakan akan mendengarkan pandangan semua pemangku kepentingan," kata dia.
Baca Juga: Tarawih Bubar karena Ada yang Pingsan, Semua Jemaah Masjid Kemayoran Didata
Berita Terkait
-
Buruh Batal Demo RUU Ciptaker Tanggal 30 April, KSPI: Harus Dibahas Ulang
-
Dua CEO Tinggalkan Istana, Ombudsman Minta Jokowi Evaluasi Stafsus Milenial
-
2 Stafsus Jokowi Pamit, ORI: Jangan sampai Mundur untuk Selamatkan Proyek
-
Dua CEO Mundur Dari Istana, PKS: Yang Salah Bukan Prajurit Tapi Jenderalnya
-
Presiden Jokowi Bahas Penanganan COVID-19 dengan Perdana Menteri Jepang
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?