Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump yakin bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium virologi di Wuhan China.
Dalam keterangannya di Gedung Putih (30/4/2020), dia menjawab langsung pertanyaan wartawan apakah dia sudah melihat bukti yang membuatnya meyakini virus tersebut berasal dari Institut Virologi Wuhan.
"Ya, Sudah," kata Trump seperti yang dilaporkan Reuters.
Namun, Trump menolak untuk memberikan detail dari jawabannya.
"Aku tidak bisa memberitahumu itu. Aku tidak diizinkan memberitahumu," lanjut Trump.
Presiden dari Partai Republik ini mengalami frustrasi dengan China karena pandemi yang menyebabkan puluhan ribu orang di Amerika Serikat meninggal.
Pandemi juga memicu kontraksi ekonomi dan mengancam peluang Trump untuk kembali terpilih pada November mendatang.
Trump juga mengatakan bahwa ada kemungkinan China tidak dapat menghentikan penyebaran virus, atau membiarkannya menyebar.
Ia menolak menyebut apakah dia menganggap Presiden Tiongkok Xi Jinping bertanggung jawab atas apa yang dia rasakan adalah semua misinformasi tentang virus corona.
Baca Juga: Ditemukan Tewas Tanpa Busana, Nenek 73 Tahun Dievakuasi Petugas Pakai APD
Kepada Reuters, Trump mengatakan bahwa dirinya tengah mempersiapkan opsi sebagai konsekuensi untuk Beijing, "Aku bisa melakukan banyak hal".
Sementara itu, Institut Virologi Wuhan membantah tuduhan tersebut. Mereka menganggap pejabat AS meremehkan mereka.
Para ahli percaya bahwa virus berasal dari pasar yang menjual satwa liar di Wuhan yang menular dari hewan ke manusia.
Berita Terkait
-
4 Cara Hentikan Penyebaran Hoax di WhatsApp soal Pandemi Covid-19
-
Presiden Borneo FC Desak LIB Segera Gelar Rapat dengan Klub
-
Ahli: Plasma Darah Tidak Bisa Digunakan untuk Mencegah Infeksi Virus Corona
-
Rumah Pemakaman AS Kewalahan Tampung Jenazah Covid-19
-
5 Fakta Remdesivir yang Disebut Efektif Bantu Pemulihan Pasien Corona Covid
Terpopuler
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Drama Keluarga Halilintar Memanas! Atta Akhirnya Bicara soal Isu Aurel Diabaikan di Foto Keluarga
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Anggota Brimob Aniaya Anak hingga Tewas di Tual, Menteri PPPA Turun Tangan: Sedang Koordinasi
-
Bripda MS Aniaya Anak Hingga Tewas, Yusril: Sungguh di Luar Perikemanusiaan
-
Sound Horeg dan Perang Sarung Dilarang Keras Selama Ramadan di Ponorogo, Apa Sanksinya?
-
Berbagi Piring Persaudaraan, Kala Ribuan Orang Menyemut Jadi Keluarga Masjid Jogokariyan
-
Pelajar SMA Aceh Barat Dikeroyok Oknum TNI, Praktisi Hukum Desak Pengadilan Militer
-
DPR Pastikan Kawal Kasus Bocah Sukabumi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Desak Pelaku Dihukum Berat
-
Kapolri Buka Suara soal Kasus Dugaan Penganiayaan Pelajar oleh Anggota Brimob di Maluku Tenggara
-
Tragedi Gajah Riau: Tiada Tahun Tanpa Kematian, Gading Hilang dan Kepala Dipotong Pemburu
-
Ketua Komisi III DPR Pastikan Kawal Kasus Kematian Anak 12 Tahun usai Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
-
Waspada! WNA Australia Positif Campak Usai dari Bandung, Kemenkes Perketat Surveilans