Suara.com - Penutupan wilayah alias 'lockdown' di tengah pandemi virus corona memberi kesempatan langka bagi hewan-hewan untuk menikmati alam bebas tanpa manusia.
Hewan-hewan yang hidup di perkotaan menikmati jalanan dan jalur air yang kosong.
Kebanyakan pemandangan ini memang bukan sesuatu yang unik, tapi berbagai pembatasan di tengah pandemi ini memberi keleluasaan dan kepercayaan diri bagi binatang untuk bertualang di kota dan tinggal lebih lama di sana.
Beberapa binatang menguasai kawasan hutan dan taman konservasi dan beberapa otoritas melaporkan lonjakan aktivitas di alam bebas tanpa kehadiran turis.
Selat Bosporus di Istanbul, Turki, biasanya merupakan salah satu jalur laut paling sibuk di dunia. Tanker raksasa, kapal kargo dan kapal penumpang melintasi selat yag membelah kota tersebut 24 jam sehari.
Sekarang, nyaris tak ada aktivitas dan bahkan nelayan pun tinggal di rumah menyusul karantina wilayah. Lumba-lumba kini bebas berenang dan melompat ke atas permukaan.
Pemandangan itu bukan sesuatu yang unik untuk dilihat dari kejauhan. Tapi video yang diunggah penduduk yang merekam lumba-lumba berenang di dekat tepian selat menunjukkan sedekat apa mereka dengan perkotaan dan betapa mereka gembira berenang mendekat.
https://twitter.com/GBakkan/status/1253103480950198279?s=20
Lumba-lumba "datang mendekat ke tepi karena ancaman tersangkut tali atau jangkar sudah tak ada lagi," seorang warga yang memotret lumba-lumba berkata pada AFP.
Baca Juga: Dampak Lockdown, Ubur-ubur Terekam Berenang di Kanal Venesia
"Babi rusa turun ke jalanan di Haifa sementara manusia terkurung di dalam rumah," kata judul sebuah surat kabar Israel Haaretz.
Babi rusa kerap tampak mengendus dan berburu makanan di kota di Haifa sebelum pandemi, tapi ketiadaan manusia telah mendorong mereka untuk berjalan lebih jauh, kata warga.
Masalah ini dianggap serius hingga pemerintah setempat mengadakan rapat virtual untuk mendiskusikan populasi babi rusa yang meningkat.
"Saya takut ketika wabah berlalu, babi rusa sudah semakin terbiasa datang setiap hari, setiap malam dan setiap jam," kata Yaron Hanan, yang berkampanye untuk menyingkirkan babi rusa, kepada Reuters.
Tapi, beberapa spesies menikmati kesendirian di tengah hutan dan taman konservasi yang biasanya dipadati turis.
Di Albania, flamingo berwarna merah muda berkerumun di danau di pantai barat negara tersebut. Jumlah flamingo diperkirakan naik hingga sepertiga menjadi sekitar 3.000, kata petugas hutan kepada AFP.
Ribuan flamingo tampak di perairan dekat Danau Narta, di mana mereka biasa bereproduksi setelah terbang dari Afrika dan bagian selatan Laut Mediterania.
Kawasan dekat pabrik minyak zaitun dan pabrik kulit, yang kerap dituduh mencemarkan lingkungan dan kini tengah ditutup, juga sepi, memberikan ketenangan bagi burung.
Pasangan burung "bergerak lebih jauh masuk ke danau dan mulai bereproduksi," kata Nexhip Hysolakoj, kepala kawasan Vlora yang dililndungi.
Dan di Taman Nasional Divjaka, 85 pasang pelikan keriting tengah berdiam diri. Turis yang biasanya mencapai 50.000 sudah tak tampak lagi dan suasana jadi sepi dan petugas berharap akan ada lonjakan populasi pelikan keriting karena proses reproduksi yang tidak terganggu.
Di Thailand, 30 dugong tertangkap kamera tengah berenang di Taman Nasional Hat Chao Mai, yang tengah menutup kawasan bagi pelancong.
Dugong termasuk binatang yang terancam punah dan kerap tertangkap jaring nelayan atau menjadi korban polusi.
Petugas taman nasional mengunggah video di Facebook yang menunjukkan sekumpulan besar ikan dan spesien lainnya, dan menulis bahwa ada pertumbuhan di alam bebas sejak pandemi.
Tapi, sebagian binatang yang tengah menikmati petualangan tidak bisa singgah terlalu lama.
Beberapa puma yang ditemukan berjalan-jalan di Santiago, Chile, segera ditangkap dan dilepaskan kembali ke habitat alaminya.
Salah satunya ditangkap di dalam komplek apartemen.
"Mereka merasakan berkurangnya suara dan mencari tempat baru untuk mendapatkan makanan. Sebagian tersesat dan muncul di perkotaan," kata Horacio Brquez, direktur layanan pertanian dan peternakan Chile.
Dan siapa yang bisa lupa akan kambing Kashmir dari Llandudno yang jadi terkenal itu?
Mereka menikmati kota yang sepi di Wales bulan lalu.
Tapi tak semua binatang menikmati keleluasaan yang sama di tengah karantina.
Burung dara di Eropa terancam kelaparan, kata kelompok aktivis kesejahteraan binatang di Jerman. Hal itu karena jumlah manusia yang rutin memberi mereka makan semakin berkurang karena mereka harus tinggal di rumah.
Di Krakow, Polandia, sebuah organisasi rutin memberi mereka makan di tengah karantina wilayah.
Berita Terkait
-
Darurat Polusi Udara! Punjab Pakistan Lockdown, Sekolah dan Aktivitas Luar Ruangan Dilarang
-
SMPN 8 Tangerang 'Lockdown' Dua Minggu Buntut Puluhan Siswa Sakit Cacar, Ketua IDI Ingatkan Hal Ini
-
Viral Dokter Tifa Klaim Akan Ada Lockdown Gegara Pandemi 2.0 di 2023, Netizen Siap Lapor Polisi
-
5 Fakta Menarik tentang Barbeque, Paling Sering Diadakan di Dua Negara Ini!
-
Merasa Keputusannya Benar dengan Tidak Lockdown Selama Pandemi, Jokowi: Kalau Gak Kita Sudah Runtuh
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
Terkini
-
Kemlu Iran: AS dan Israel Mengkhianati Kesepakatan, DK PBB Harus Bergerak
-
Ramadan Ramah Anak di Masjid Sunda Kelapa: Cara Seru Tanamkan Cinta Masjid Sejak Dini
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?