Petugas itu kemudian mencoba mengejar wanita itu ke dala toko, namun ia dicegah oleh orang-orang di sekitar mereka.
"Sudah-sudah. Minta maaf please," kata seorang lelaki berambut gondrong memohon kepada petugas itu.
Usai bersumpah-serapah mengejar wanita tadi, petugas Satpol PP itu berteriak kepada orang-orang di sekitar toko.
"Kasih tahu Presiden Jokowi. Kau pikir aku takut kalian semua? Sudah cukup kalau mau dengan saya. Kau, apa kau jago?" kata petugas itu sambil menunjuk ke sejumlah orang termasuk ke arah kamera perekam.
"Tidak. Tidak. Tidak. Kami memang salah," kata orang-orang di sekitar toko mencoba meredam amarah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi dari pihak Satpol PP Makassar atas viralnya video ini.
Sementara itu beberapa warganet menyetujui peringatan keras yang diberikan petugas Satpol PP tersebut.
"Ngertilah harusnya. Petugas itu juga capek. Mereka juga kerja dengan resiko. Kalau emang buka online yaa udah online aja. Jangan setengah-setengah. Kalau gini terus yaa bisa-bisa Makassar yg jadi pusat penyebaran covid -19. Udah ada warningnya loh," tulis seorang warganet.
Namun tak jarang juga yang mengkritik langkah tersebut.
Baca Juga: Terpopuler: Cara Memasak Daging Ayam, Penyebab Menikahi Orang yang Salah
"Lebay ah.. Bisa di bicarakan baik-baik... Kalo bandel bikin SPdenda aja.. Di banding marah-marah gitu.. Malah kelihatan kayak tidak berpendidikan... Pak, semua hal itu bisa di bicarakan baik-baik, aturan di buat pemerintah.. Kita rakyat menjalankan.. Cuman satu hal pak.. Apa yang dirasakan rakyat belum tentu dirasakan pemerintah.. Jangsn tutup mata dan kuping pak apa lagi tutup hati... Semua butuh makan.. Kalo memang abndel denda saja, bentak-bentak perempuan juga ngak etis lo pak.. "kau pikir saya takut".. Inget pak di atas lagit ada lagi... Allah cabut nikmatnya... Ya wasalam pak... #sabar" tulis warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Heboh Video Kapal Angkut TKA Diusir Nelayan, Begini Faktanya
-
Pelatih PSM Nilai Penanganan COVID-19 di Indonesia Masih Bermasalah
-
Viral Video Syekh As-Sudais Menangis Tersedu Imami Tarawih di Depan Ka'bah
-
Demi Mudik, 18 Orang Sembunyi di Truk Semen Tanpa Makan 2 Hari
-
Wali Kota Bogor Segel Toko Busana yang Tetap Buka saat PSBB
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Strategi Mitsubishi Fuso Perkuat Hubungan Konsumen dan Edukasi Perawatan Mesin B50 di GIIAS 2026
-
Solusi Dana PIP Tidak Cair, Ini Informasi Resmi dari Kemendikdasmen
-
OJK Jatuhkan Sanksi Rp91,09 Miliar kepada 104 Pihak di Pasar Modal
-
Ulasan Agent Kim Reactivated: Saat Mantan Agen Rahasia Kembali demi Menyelamatkan Anaknya
-
Isuzu D-Max Tampil Lebih Tangguh dengan Mesin Baru dan Teknologi 4x4 di GIIAS 2026
-
Selamatkan Uang Pajak Rakyat! Prabowo Didesak Segera Pisahkan Dana MBG dari Anggaran Pendidikan
-
IHSG Menguat ke 6.400? Cek Saham-saham Bluechip yang Diserok Asing Ini
-
Pemilik Kendaraan di DIY Bebas Denda Pajak hingga 30 September, Tunggak 10 Tahun Cukup Bayar 5 Tahun
-
BPK Bongkar 6 Hambatan Government 5.0, WTP Tak Lagi Cukup untuk Wujudkan Indonesia Emas
-
Polusi Kendaraan Renggut Satu Nyawa Setiap 12 Menit di Indonesia, Studi Soroti Dampak Seriusnya