Suara.com - Anies Baswedan belakangan ini jadi perbincangan setelah bersitegang dengan Menteri PMK mengenai bantuan sosial. Gubernur DKI Jakarta ini juga aktif melayangkan kritik terhadap pemerintah Indonesia yang dinilai lambat dalam menangani COVID-19.
Usaha Anies dalam menanggulangi pandemi COVID-19 di DKI Jakarta ini sampai mengundang perhatian media asing yakni The Sydney Morning Herald. Bahkan media tersebut sampai menyamakan Anies dengan Gubernur New York.
Dalam sebuah berita yang diterbitkan pada 7 Mei 2020, The Sydney Morning Herald menyebutkan "Dalam kritik pedasnya terhadap respons Indonesia yang lambat terhadap pandemi ini, Anies yang mengenyam pendidikan di AS mirip dengan Gubernur New York, Andrew Cuomo. Kedua pria tersebut bertindak cepat dalam mengendalikan virus, keduanya harus berhadapan dengan para presiden yang bertindak dengan urgensi lebih rendah, dan keduanya telah mendapatkan pujian atas pekerjaan mereka mencoba menyelamatkan hidup di kota-kota padat penduduk."
Pada media tersebut Anies juga menyebutkan bahwa dirinya tidak diizinkan ketika akan menguji sampel di laboratorium milik pemprov DKI.
"Dan kemudian ketika jumlahnya mulai terus naik, pada waktu itu kami tidak diizinkan melakukan pengujian. Jadi, setiap kali kami memiliki kasus, kami mengirimkan sampel ke lab nasional [yang dikendalikan pemerintah]. Dan kemudian lab nasional akan menginformasikan, positif atau negatif. Pada akhir Februari, kami bertanya-tanya mengapa semuanya negatif?" ujar Anies dikutip dari The Sydney Morning Herald.
Anies juga menyampaikan kekecewaannya terkait transparansi informasi pada pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Kesehatan.
Setali tiga uang, Gubernur New York Andrew Cuomo juga pernah mengeluarkan kritik keras terhadap Donald Trump terkait dengan penanganan COVID-19 di Amerika Serikat.
Gubernur New York ke-56 itu naik pitam setelah Trump memintanya untuk lebih banyak bekerja ketimbang mengeluh melalui akun Twitternya.
Mencoba tenang, Cuomo mengawali jawabanya dengan mengatakan, "Jika dia (Trump) sedang menonton Tv di rumah, mungkin dia yang harus segera bangun dan bekerja."
Baca Juga: Menko PMK Bersitegang dengan Anies Gara-gara Data Penerima Bansos Covid-19
Menanggapi komentar Trump ihwal 2.500 tempat tidur di Jacob K.Javits Convention Center untuk menanggulangi pandemi COVID-19, Cuomo menyebut jika kasus sebanyak itu berpatokan pada proyeksi federal. Yang artinya, Trump mengetahui lebih dulu dan menyetujui.
"Jika Anda tidak setuju dengan proyeksi (bawahan) Anda sendiri, pecat saja ketua CDC. Pecat ketua gugus tugas penanganan virus corona Gedung Putih. Karena mereka yang menelurkan proyeksi tersebut!"
Belum puas, Cuomo kemudian mengeluarkan memo yang dibuat oleh penasihat Trump Peter Navarro. Memo tersebut mengingatkan Trump tentang bahaya virus corona yang mengintai rakyat Amerika Serikat di bulan Januari.
"Pecat saja mereka semua, pecat! Kalian semua (media) tahu pertunjukan yang biasa dilakukan presiden...Anda dipecat!" tegas Cuomo kesal.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Kisah Mama Redha, Nelayan Perempuan Sumba yang Viral Jualan Hasil Laut Lewat TikTok Live
-
Mossad Punya Bos Baru, Tangan Kanan Benjamin Netanyahu Makin Yakin Bisa Gulingkan Rezim Iran
-
Satgas Haji Resmi Dibentuk, Fokus Sikat Haji Ilegal dan Travel Nakal
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Pemerintah Siapkan Inpres Perlindungan Satwa, Wisata Gajah Tunggang Bakal Segera Dihapus
-
Imbas Manipulasi Laporan Pakai AI, 3 PPSU Kena SP1 dan Lurah Dibebastugaskan
-
Dituduh Gembong Narkoba, 4 Orang Tewas Dirudal Militer AS di Perairan Pasifik
-
Seksisme Bukan Candaan! Kemendukbangga Sentil Kasus Pelecehan di Grup Chat Mahasiswa FHUI
-
Alasan Hizbullah Boikot Pertemuan Diplomatik Lebanon-Israel di Washington
-
Kasus Wanita Linglung Dilepas Polisi, Propam Turun Tangan Periksa Anggota Polsek Pasar Minggu