Suara.com - Catatan Redaksi: Berita ini sudah hasil revisi atas pemberitaan sebelumnya. Ada kesalahan saat redaksi menjelaskan poin ketiga terkait persoalan yang dihadapi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sebelumnya tertulis pemerintahan yang membuat rakyat bingung. Yang benar adalah pemberitaan yang membuat rakyat bingung. Mohon maaf kepada semua pihak atas ketidakakuratan ini.
------------------------------
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala BNPB mengungkap sejumlah persoalan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia.
Menurutnya ada tiga persoalan yang menjadi hambatan dalam penanganan Covid-19. Yang pertama ialah penyakit Covid-19 itu sendiri. Kemudian birokrasi yang tidak terintegrasi dan ketiga pemberitaan yang negatif.
"Inilah saya katakan tadi kita punya tiga persoalan, pertama penyakitnya Covid, kedua birokrasi kita tidak terintegrasi, ego sektoral. Ketiga, pemberitaan yang negatif. Yang disampaikan Pak Budi Karya belum tentu salah. Tetapi, mohon maaf pemberitaan malah justru membuat rakyat bingung," kata Doni dalam paparannya kepada Tim Pengawas DPR, Jumat (8/5/2020).
Sebelumnya ia menilai, ketiadaan transportasi juga bisa menjadi masalah tersendiri di tengah pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Tidak adanya akses transportasi membuat hambatan sejumlah sektor, semisal keterlambatan pengiriman spesimen Covid-19 dari wilayah seperti yang disampaikan oleh kepala daerah kepada Doni.
"Sudah prosesnya lambat ditambah lagi keadaan transportasi. Kita tidak akan pernah bisa menyelesaikan Covid ini. Bagaimana kita bisa dapat data," katanya.
Baca Juga: Doni Monardo Larang Warga Mudik
Berita Terkait
-
Tak Tegas dan Bikin Rakyat Bingung, DPR Sebut Menhub Banyak Beretorika
-
Menhub Izinkan Transportasi Beroperasi, Organda: Kalau Tak Bisa Mikir Ganti
-
Menhub Izinkan Transportasi Beroperasi, DPR: Penanganan Pandemi Amburadul
-
4 Kebijakan Transportasi dan Aturan Mudik yang Diubah Menhub
-
Bolehkan Pejabat Kunker Saat Pandemi Corona, Menhub: Asal Tak Bawa Keluarga
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat