Suara.com - Arab Saudi menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar tiga kali lipat untuk membantu keuangan negaranya karena minyak bumi, sumber pendatapan utama kerajaan, merosot turun akibat wabah Covid-19 yang dipicu virus corona baru.
Tidak berhenti di situ, Riyadh juga memutuskan untuk memangkas tunjangan biaya hidup untuk para pegawai negerinya, demikian diwartakan oleh BBC dan Bloomberg, Senin (11/6/2020).
Perekonomian Arab Saudi memang terpukul cukup parah akibat Covid-19. Berhentinya sebagian besar perekonomian dunia menyebabkan turunnya permintaan akan minyak.
Belum lagi di awal pandemi, Saudi dan Rusia berseteru soal jumlah produksi minyak yang kemudian menyebabkan pasokan minyak dunia tak terkendali dan harga semakin jatuh.
Kantor berita Arab Saudi mengatakan bahwa PPN akan naik dari 5 persen menjadi 15 persen mulai 1 Juli mendatang. Rakyat Saudi sendiri baru mengenal PPN sekitar 2 tahun lalu, ketika pemerintah mulai berupaya melepaskan ketergantungan pada minyak.
Sementara itu tunjungan 1000 riyal per bulan untuk pegawai negeri akan dihentikan mulai 1 Juni. Tunjangan ini pertama kali diberlakukan pada 2018 lalu, untuk mengurangi beban masyarakat akibat penerapan PPN serta naiknya BBM.
"Langkah-langkah ini memang berat, tetapi perlu diambil untuk menjaga kestabilan ekonomi serta finansial untuk jangka menengah hingga panjang," kata Menteri Keuangan Saudi, Mohammed al-Jadaan.
Keputusan itu diumumkan setelah Saudi melaporkan bahwa pengeluaran pemerintah lebih besar ketimbang pendapatan, yang menyebabkan defisit anggaran mencapai 9 miliar dolar AS di triwulan pertama 2020.
Di tiga bulan pertama 2020, pendapatan Saudi dari minyak turun hingga seperempatnya hingga hanya tersisa 34 miliar dolar AS. Pendapatan negara di Januari - Maret pun turun 22 persen. Cadangan devisa Saudi juga merosot pada Maret - yang tercepat dalam dua dekade terakhir dan yang paling rendah sejak 2011 lalu.
Baca Juga: Kemenag Usul Batasi Waktu Tunggu Kabar Arab Saudi terkait Ibadah Haji 2020
Berita Terkait
-
Insentif Fiskal Jadi Motor Ekonomi 2026, Sektor Properti Ikut Tawarkan Bebas PPN
-
Ekspor Venezuela Meluncur, Tren Kenaikan Harga Minyak Terhenti
-
Harga Minyak Dunia Terguncang: Geopolitik AS, Iran dan Venezuela Jadi Penentu
-
Ketegangan Iran Picu Kenaikan Harga Minyak, Brent Tembus 64 Dolar AS per Barel
-
Harga Minyak Melandai: Antara Krisis Iran dan Ekspor Baru Venezuela
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL