Suara.com - Pemerintah Spanyol mewajibkan penggunaan masker di ruang publik setelah sebagian kebijakan lockdown telah dilonggarkan.
Menteri Kesehatan Salvador Illa mengumumkan aturan wajib pakai masker di ruang publik ini pada Selasa (19/5) lalu.
Menyadur Anadolu Agency, kebijakan berlaku mulai Rabu (20/5), berkaca pada mulai meningkatnya aktivitas dan mobilitas warga di luar rumah.
Sejauh ini, Illa baru mengatakan bahwa pemakaian masker wajib dilakukan di tempat publik baik ruang tertutup maupun terbuka, saat tidak memungkinkan untuk menerapkan jaga jarak minimal dua meter.
Illa menambahkan, pemerintah Spanyol tidak akan mendistribusikan masker gratis kepada warga.
Sebagai gantinya, negara akan menetapkan harga masker bedah yakni sebesar 1,05 dolar AS atau setara dengan Rp 15,5 ribu rupiah.
Selama tiga hari berturut-turut, Spanyol mencatat adanya kurang dari 100 kematian akibat infeksi Covid-19. Selasa (19/5) lalu, pemerintah melaporkan 295 kasus infeksi baru dan 83 kematian.
Disebutkan, sebaran virus corona di Spanyol telah mengalami penurunan yang siginifikan dibandingkan dengan dua bulan lalu di mana rata-rata harian infeksi baru mencapai 9.000 kasus.
Menurunnya kasus membuat pihak pemerintah telah melonggarkan sekitra 70 persen langkah-langkah penguncian wilayah.
Baca Juga: Bikin Deg-degan, Pose Gemas Tante Ernie yang Giat Olahraga
Sejauh ini, Spanyol telah mengonfirmasi total kasus Covid-19 menyentuh angka 232.000 kasus dengan 27.778 kematian.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
6 Fakta Kebakaran Rumah di Tanjung Barat yang Tewaskan Anggota BPK Haerul Saleh
-
Dapat Salam dari Gus Yaqut yang Ditahan KPK, Begini Respons Mensos Gus Ipul
-
DPR Dukung Usulan Blacklist Pelaku Politik Uang di Revisi UU Pemilu
-
Viral! Akun Ini 'Ramal' Kemunculan Hantavirus di 2026 pada Juni 2022, Kok Bisa?
-
Persija Mengungsi ke Samarinda saat Lawan Persib, Milad GRIB Jaya di Senayan Dihadiri 20 Ribu Orang
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, UNDP Gandeng GEF-SGP Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2