Suara.com - Juru Bicara Pemerintah Khusus Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menyatakan aktivitas perekonomian tetap bisa berjalan di tengah pandemi Virus Corona atau Covid-19, termasuk belanja keperluan untuk lebaran.
Yurianto menegaskan aktivitas pasar tetap bisa dilakukan dengan catatan mengikuti protokol kesehatan seperti menjaga jarak, wajib masker, cuci tangan dan membersihkan diri sepulang dari pasar.
"Tidak ada larangan untuk membeli baju yang baru, tidak ada larangan untuk ke pasar, namun tetap dengan etika sesuai protokol kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun adalah cara yang paling bijak," Kata Yuri dari Kantor BNPB, Jakarta pada Jumat (22/5/2020).
Namun, Yuri meminta tradisi lebaran lainnya seperti anjangsana ke rumah saudara dan kerabat agar ditiadakan dulu selama pandemi. Dia meminta agar warga tetap berada di rumah untuk menghentikan penularan.
Yuri menyadari berbagai tradisi lebaran ini sangat sulit untuk dicegah sepenuhnya. Dia berharap, masyarakat memahami akan keselamatan diri sendiri dan orang lain dengan tetap di rumah.
Dia juga meminta kepala daerah untuk berkoordinasi dengan daerah di sekitarnya untuk mengawasi pergerakan warga di perbatasan agar tidak melakukan mudik selama pandemi Corona.
“Oleh karena itu, mari kita sama-sama menyadari betul bahwa pergerakan apapun alasannya apabila tidak diperlukan sama sekali sebaiknya tidak dilakukan. Apalagi mudik,” kata dia.
Untuk diketahui, kurva epidemi pasien kasus Virus Corona atau Covid-19 di Indonesia belum juga melandai. Hingga Jumat (22/5/2020), tercatat mencapai 20.796 orang positif terinfeksi Virus Corona atau Covid-19.
Dari jumlah itu, Yuri menyebut ada tambahan 48 orang meninggal sehingga total menjadi 1.326 orang meninggal dunia. Kemudian, ada tambahan 219 orang yang sembuh sehingga total menjadi 5.057 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Baca Juga: Warga Bogor Serbu Pasar Anyar untuk Berbelanja Kebutuhan Lebaran
Sementara orang dalam pemantauan (ODP) yang masih dipantau 47.150 warga dan PDP menjadi 11.028 orang.
Yuri menegaskan semua ini tersebar merata di 34 provinsi dan 395 kabupaten/kota, ada penambahan sebanyak tiga kabupaten/kota yang baru terinfeksi pada Jumat (22/5/2020).
Berita Terkait
-
Achmad Yurianto: Indonesia Punya 104 Laboratorium Deteksi Spesimen Covid-19
-
Resmi! Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2020 Hari Minggu 24 Mei
-
Cerita PRT Sambut Lebaran di Masa Pandemi, Tetap Gembira Meski Penuh Getir
-
H-2 Lebaran Melesat 634 Kasus, Kasus Covid-19 RI Kini Tembus 20.796 Orang
-
Minta Salat Ied di Rumah, Mahfud MD: Masjidil Haram dan Nawabi Saja Ditutup
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
3 Gol, 3 Poin, dan 1 Baju Dibuang: Cerita Unik Kemenangan Vietnam atas Indonesia
-
Rupiah Tembus Rp18.013 per Dolar AS, Penguatan Greenback Kembali Tekan Mata Uang RI
-
Riset: Inflasi Medis RI Diproyeksi Tembus 17,8 Persen, Tertinggi di Asia
-
Sergio Ramos Indonesia! Justin Hubner Sindir Vietnam Usai Garuda Dibantai 0-3
-
8 Sunscreen Niacinamide untuk Mencerahkan Bekas Jerawat Kehitaman di Wajah
-
IHSG Berbalik Menguat Pagi Ini, Saham TMPO Dijual investor
-
Tips Cerdas Berburu Mobil Bekas Melalui Lelang Agar Keuangan Tetap Terjaga
-
Panen Hujatan Usai Indonesia Digebuk Vietnam, Rizky Ridho Beri Jawaban Berkelas
-
Viral Tersangka Tambang Ilegal Foto Bareng Presiden, Diduga Mangkir Pemeriksaan
-
PNM Mekaar Jadi Bukti Nyata Kehadiran Pemerintah di Tepian Indonesia