Suara.com - Terowongan penghubung antara kota Mexicali dan Imperial Valley, California jadi saksi bagaimana buruh Meksiko bertaruh nyawa demi mencari nafkah. Saling berjejalan, mereka mengabaikan potensi terinfeksi virus Corona
Menyadur USA News, para buruh Meksiko mulai mengantri untuk masuk ke Amerika Serikat lewat trowongan bawah tanah. Kendati memakai masker, jarak sosial tak terlihat dipatuhi.
Para pekerja harian rela bertaruh nyawa menyambangi Negeri Paman Sam untuk mencari sesuap nasi. Sebagian besar dari mereka bekerja di sebuah vendor yang menjual tamale--kudapan khas amerika latin.
Arus bolak balik buruh harian itu terus berlangsung setiap harinya. Terowongan bawah tanah tersebut menjadi jembatan dari roda perekonomian di wilayah tersebut yang mencapai angka 2 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp29 triliun pertahunnya.
Seorang buruh, Jose Salazar yang bekerja enam hari sepekan, mengatakan bahwa pihak Bea Cukao dan Perlindungan Perbatasan (CBP) AS harus menambah anggota agar waktu antrian di trowongan bisa dikurangi.
"'La migra' belum mengambil hati untuk menambah lebih banyak petugas, dan itu membuat pandemi bertambah," kata Salazar dikutip dari USA News, Jumat (29/5/2020).
Kendati harus berdesak-desakan untuk mencari nafkah, beberapa pekerja mengaku khawatir terinfeksi virus Corona.
Saking takutnya, Salazar mengaku sempat menginap di El Centro, California, dibanding harus berdesak-desakan dengan burh lain demi bisa pulang ke rumah.
Agen CBP AS sendiri mengaku telah menerapkan aturan jarak sosial bagi buruh yang mengantri masuk trowongan. Namun, jumlahnya yang begitu banyak, diakui membuat social distancing tak efektif lagi.
Baca Juga: Pasien Covid-19 Parah Rentan Alami Stres Setelah Sembuh
"Agak tidak ada gunanya bagi kami untuk memisahkan mereka sekitar enam kaki apabila mereka (melintas perbatasan) dengan cara berkerumun lebih dulu," kata agen yang tak ingin disebutkan namnya.
Pengusaha yang mempekerjakan para buruh Meksiko mengaku sudah meminta CBP untuk meningkatkan jam masuk ke perbatasan Calexico East agar karyawan mereka bisa masuk perbatasan dengan lebh cepat demi menghindarkan kerumunan.
"Kami terus meminta agar CBP meningkatkan jam masuknya Pelabuhan Calexico East juga agar karyawan pertanian kami dapat memanfaatkan lintas perbatasan itu," kata Brea Mohamed, direktur eksekutif Biro Pertanian Kabupaten Imperial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Babak Baru Korupsi Kuota Haji: KPK Tetapkan Petinggi Maktour dan Ketum Kesthuri Sebagai Tersangka
-
Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras
-
PDIP Kutuk Keras Penyerangan TNI di Lebanon, Megawati Beri Instruksi Khusus Ini ke Kader
-
Negosiasi Selat Hormuz Berlanjut, Menlu Sugiono: Ada Sinyal Positif untuk Kapal RI
-
Minta Polisi Ungkap Pendana Isu Ijazah Palsu, Tim Hukum Jokowi: Saya Dengar Ada 'Charlie Chaplin'
-
Mendagri Tito Apresiasi BSPS, Program Perumahan Bantu Warga Kurang Mampu
-
Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Geledah Kantor PT AKT, Kejagung Temukan Tumpukan Dolar Senilai Rp 1 Miliar!
-
Menaker Dorong Layanan Kemnaker Lebih Responsif dan Mudah Diakses Masyarakat