Suara.com - Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai anak buah kapal (ABK) kapal asing mencapai 9.404 orang. Diantara ribuan ABK tersebut, masih ada yang bekerja secara ilegal.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha, mengatakan bahwa jumlah 9.404 ABK tersebut paling banyak bekerja di Asia Timur dan Asia Tenggara.
"Awak kapal ada dua yaitu awak kapal niaga dan awak kapal perikanan," kata Judha dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Rabu (3/6/2020).
Mereka yang bekerja sebagai ABK di luar negeri tersebut akan terdata secara aktif apabila melaporkan diri kepada perwakilan RI di negara tempat mereka bekerja atau asal kapal.
Data mulai dari pengiriman ABK hingga selesai bekerja pun akan tersimpan di perwakilan RI.
Meski demikian masih ada ABK asal Indonesia yang tidak melaporkan diri kepada perwakilan RI. Rata-rata ABK ilegal tersebut bekerja untuk kapal perikanan.
"Bekerja ke luar negeri tidak melalui prosedur sehingga tidak tercatat di kementerian lembaga terkait di Indonesia," ujarnya.
Judha mengatakan faktor lain kenapa ABK tersebut tidak didaftarkan ke perwakilan RI yang ada di negara tempat tujuan kerja ABK. Diantaranya adalah kurang pemahaman dari ABK tersebut.
"Itu menjadi tantangan kita semua," pungkasnya.
Baca Juga: Pandemi Covid-19 Sebabkan Stok Antidepresan Menurun di AS
Berita Terkait
-
Sambut ABK dari China, Menaker : Cerita Sedih Ini Jangan Terulang Lagi
-
818 ABK Kapal Asing Tiba di Indonesia, Langsung Jalani Observasi di 2 Hotel
-
Antisipasi Gelombang Kedua Covid-19, Negara-negara ASEAN Wajib Siaga
-
4 ABK WNI Meninggal di Kapal China, 3 Diantaranya Dilarung ke Laut
-
Kemlu Sebut Perusahaan Perekrut ABK yang Dilarung di Somalia Tak Punya Izin
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Mampu Serap Banyak Karbon, Lahan Gambut Jadi Fokus Penelitian Global Untuk Perkuat Kebijakan
-
Dikenal Baik dan Suka Menolong, Menteri Koperasi Ngaku Sering Tukar Pikiran dengan Haerul Saleh
-
Haerul Saleh Wafat dalam Tragedi Kebakaran, Mentan: Beliau Selalu Mengedepankan Kepentingan Bangsa
-
Polemik Anggaran Pendidikan! JPPI Sebut Jutaan Guru Hidup dengan Upah Tak Layak
-
Kasus Pelecehan Santri Pati: Selly Gantina Ingatkan Bahaya Sembunyikan Pelaku
-
Gus Ipul Konsultasi Soal Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Rp 27 Miliar ke KPK
-
Peneliti Ungkap Hubungan Penyusutan Danau Turkana dengan Aktivitas Gempa Bumi
-
JPPI Kritik Keras SE Mendikdasmen, Guru Honorer Terancam Tersingkir dari Sekolah Negeri
-
Jadi Peternak Kambing tapi Berizin Direktur, WNA Myanmar Terancam Deportasi dari Yogyakarta
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar