Insiden itu direkam dengan jelas dalam video.
"Dalam banyak contoh kekerasan yang dilakukan aparat polisi sebelumnya, ada semacam narasi yang bersifat ambigu - ada anggapan parsial tentang apa yang terjadi, atau aparat kepolisian mengatakan mereka membuat keputusan sepersekian detik karena mereka takut atas keselamatan mereka sendiri," kata Roberts.
"Dalam kasus George Floyd, ini adalah ketidakdilan yang sepenuhnya tidak ambigu - di mana masyarakat dapat melihat pria ini [Floyd] benar-benar tidak bersenjata dan tidak mampu berbuat apa-apa."
Banyak orang yang bergabung dalam unjuk rasa baru-baru ini merupakan pengalaman pertama berdemo, yang mengaku melihat kematian George Floyd membuat mereka merasa tidak bisa hanya berdiam diri di rumah lagi.
"Ada ratusan kematian yang tidak terekam dalam video, tapi saya pikir kekejaman dan kebencian yang nyata dari video itu mampu membangunkan masyarakat," kata Sarina LeCroy, pengunjuk rasa dari Maryland, kepada BBC.
Demikian pula, Wengfay Ho yang berujar bahwa dirinya selalu mendukung gerakan Black Lives Matter, tetapi kematian George Floyd merupakan "katalisator" yang mendorongnya turun ke jalan untuk pertama kalinya.
Kematian Geroge Floyd "melahirkan lebih banyak emosi, dan seruan sangat mendesak bagi perubahan saat ini".
Aksi protes terjadi selama pandemi, dan angka pengangguran tinggi
"Sejarah berubah ketika Anda memiliki konvergensi kekuatan yang tidak terduga," ujar Roberts.
Baca Juga: Hadiri Pemakaman George Floyd, Sherif: Jangan Biarkan Kematiannya Sia-sia
Breonna Taylor: Siapa perempuan yang tewas ditembak polisi dan namanya disebut-sebut dalam unjuk rasa George Floyd? Kematian George Floyd: Bagaimana rasanya menjadi warga kulit hitam di AS Kematian George Floyd: Pertanyaan sederhana yang mengungkap rasisme di Amerika Serikat
Kematian Floyd datang di tengah pandemi virus corona yang menyebabkan rakyat Amerika dipaksa agar tinggal di rumah mereka, dan memicu tingkat pengangguran tertinggi sejak Depresi Parah (Great Depression) pada 1930-an.
"Anda berada pada situasi ketika seluruh negara terkunci (lockdown), dan lebih banyak orang menonton TV di rumah ... lebih banyak orang dipaksa untuk memperhatikan - mereka kesulitan untuk memalingkan muka, untuk tidak terdistraksi."
Pandemi telah mengubah cara kita hidup dan bekerja, dan menyebabkan banyak warga AS yang tinggal di rumah "bertanya pada diri sendiri tentang kenormalan seperti apa yang tidak lagi dapat diterima," tambahnya.
Dan pada tingkat praktis, tingkat pengangguran sebesar 13% di AS yang berarti lebih banyak warga dapat ikut unjuk rasa tanpa disibukkan soal pekerjaan.
'Kasus George Floyd akhir kejadian tak menyenangkan'
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Klaim Pakai Teknologi Canggih, Properti PIK2 Milik Aguan Banjir
-
6 HP Murah dengan Kamera Terbaik Januari 2026, Harga Mulai 2 Jutaan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
Terkini
-
Tepis Isu Perpecahan Kabinet, Prabowo: Jangan Percaya Analisis Orang Sok Pintar di Medsos!
-
Kisah Warga Cilandak Timur Hadapi Banjir di Balik Tanggul Anyar
-
Megawati Hadiri Penutupan Rakernas I PDIP, Sampaikan Arahan dan Rekomendasi Partai
-
BNI Dukung Danantara Serahkan 600 Hunian Layak Pascabencana di Aceh Tamiang
-
Nota Perlawanan Kasus Dugaan Korupsi Chromebook Ditolak, Nadiem Makarim: Saya Kecewa
-
Gaji ASN Pemprov Gorontalo Macet, Gubernur Gusnar Ismail Sampaikan Permohonan Maaf
-
Terjebak Tiga Hari di Tengah Ancaman OPM, 18 Karyawan Freeport Dievakuasi TNI
-
Usai Resmikan Sekolah Rakyat, Prabowo Lanjutkan Kunjungan ke Balikpapan dan IKN
-
Indonesia Dilanda 2.139 Bencana di 2025: Didominasi Banjir dan Tanah Longsor
-
Prabowo ke Siswa Sekolah Rakyat: Bukan Salah Orang Tuamu, Memang Negara Belum Mampu Beri Terbaik