Suara.com - Kasus virus corona di Mumbai, India, menyentuh angka 51 ribu selepas dilonggarkannya lockdown selama beberapa hari. Jumlah ini disebutkan menyalip total infeksi yang ada di Wuhan.
Menyadur BBC, Rabu (10/6/2020), lonjakan kasus mulai muncul sejak pemerintah memutuskan untuk melonggarkan pembatasan skala nasional yang telah diterapkan selama tiga bulan guna menekan sebaran virus.
Sementara di negara bagian Maharashtra, tempat Mumbai berada, total kasus infeksi virus corona mencapai 90 ribu.
Serupa, lonjakan kasus juga terjadi Delhi. Pihak berwenang bahkan memperkirakan infeksi akan meningkat menjadi lebih dari setengah juta kasus hingga akhir Juli nanti.
Kendati pelonggaran pembatasan berujung pada naiknya kasus infeksi, namun para ahli mengatakan tidak ada pilihan lain. Pasalnya, ekonomi India saat ini benar-benar terpuruk dihantam pandemi.
Kuncian ketat di India membuat jutaan orang dilaporkan telah kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian, bisnis-bisnis tutup, hingga banyaknya pekerja migran yang nekat pulang kampung dengan berjalan kaki karena takut tak akan bisa bertahan di kota tanpa pekerjaan.
Pemerintah pun mulai mencabut lockdown skala nasional dan melonggarkan sejumlah pembatasan, termasuk diizinkannya bisnis seperti toko dan pasar, serta transportasi untuk beroperasi kembali.
Paling anyar, pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan perkantoran juga diperbolehkan buka kembali mulai Senin (8/6) lalu.
Para ahli juga menyorot keterlambatan pemerintah mengetahui lonjakan jumlah infeksi karena kurangnya frekuensi pengujian di negara tersebut.
Baca Juga: Protes Anti Rasisme, Patung Pedagang Budak di London Diturunkan
Melonjaknya infeksi virus corona membawa India ke posisi peringkat enam negara dengan kasus Covid-19 tertinggi. Adapun total kasus sejauh ini mencapai 276.583 dengan 7.745 kematian, berdasarkan laporan Worldometers.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan