Suara.com - Anggota Ombudsman RI Alvin Lie mengungkap banyaknya keluhan masyarakat yang diterima terkait Surat Izin Keluar-Masuk (SIKM) yang menjadi syarat di DKI Jakarta. Alvin meminta Pemprov DKI untuk mengevaluasi terkait mekanisme pembuatan SIKM tersebut.
Alvin mengatakan keluhan itu bukan hanya datang dari masyarakat pada umumnya, namun juga disampaikan oleh pegawai pemerintah eselon I, hingga anggota DPR yang hendak melakukan perjalanan non dinas. Mayoritas keluhan itu berkaitan dengan dengan sulitnya mendapatkan SIKM.
"Lewat telpon tidak bisa, sampai sekelas mereka kesulitan," kata Alvin dalam diskusi yang disiarkan langsung melalui akun YouTube Ombudsman RI, Rabu (1/7/2020).
Alvin mengemukakan, permasalahan yang timbul sejak awal itu ialah soal masalah server. Meskipun sudah koordinasi dengan pihak berwenang, tapi belum juga bisa teratasi.
"Sudah saatnya pemerintah daerah evaluasi SIKM ini perlu," ujarnya.
Alvin cenderung khawatir kalau pelayanan pembuatan SIKM tidak kunjung memberikan kepastian, malah akan menghambat masyarakat yang harus melakukan perjalanannya. Dari proses yang terhambat itu, dikhawatirkannya lagi malah memancing munculnya orang yang menawarkan jasa pembuatan SIKM.
"Ini tolong dicermati kalau ini sudah jadi lahan komersial, sistem SIKM ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Penumpang Pesawat Satu Kali Tes Corona, ORI: Pemerintah Harus Transparan
-
Gara-gara PPDB Syarat Usia, Emak-emak Laporkan Kadisdik DKI ke Ombudsman
-
397 Komisaris di BUMN Rangkap Jabatan, Ombudsman: Dapat Gaji Dobel
-
Ombudsman Temukan 397 Komisaris di BUMN Masih Rangkap Jabatan
-
Anies Terbitkan Aplikasi CLM untuk Keluar Masuk Jakarta
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perang Rusia-Ukraina Masuk Tahun Keempat, PBB Desak Gencatan Senjata Segera
-
Fakta Baru! Pegawai Rental yang Aniaya Petugas SPBU Ternyata Positif Sabu dan Ganja
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Tragedi NS dan Fenomena Filisida: Mengapa Rumah Jadi Ruang Berbahaya bagi Anak?
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Konflik Kartel Meksiko Geser Rantai Pasok Narkoba ke Indonesia, BNN Waspadai Jalur Alternatif
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
Jelang Vonis Korupsi Pertamina, Ketua Hakim Beri Peringatan Keras: Jangan Coba-coba Pengaruhi Kami!