Suara.com - Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budi Sartono mengatakan pihaknya masih menyelidiki motif ketiga pilot mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Namun, berdasar keterangan awal ketiga pilot tersebut mangaku mengkonsumsi sabu untuk meningkatkan konsentrasi.
"Kita masih dalami, tapi yang bersangkutan sementara alasannya untuk konsentrasi," kata Budi saat jumpa pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (10/7/2020).
Menurut Budi, berdasarkan hasil pemeriksaan awal dari ketiga pilot tersebut mengaku telah mengkonsumsi sabu sejak tiga hingga empat tahun terakhir. Mereka mengaku mengkonsumsi sabu setelah melakukan penerbangan.
"Sementara masih kita dalami, dia masih mengelak bilangnya (mengkonsumsi sabu) setelah penerbangan," ujar Budi.
Sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan menangkap tiga orang yang berprofesi sebagai pilot dan satu karyawan swasta terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu. Keempat pelaku ditangkap di wilayah Green Lake, Cipondoh, Tanggerang, Senin (6/7/2020) lalu.
Ketiga pilot tersebut berinisial IP, DC dan DSK. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni seorang karyawan swasta berinisial S yang diduga sebagai pemasok sabu terhadap ketiga pilot tersebut.
Ketiga pilot tersebut diketahui berkerja di maskapai penerbangan yang berbeda-beda. Dua diantaranya diketahui berkerja di maskapai penerbangan berplat merah alias milik BUMN.
Dari tangan pelaku, polsi turut mengamankan barang bukti berupa delapan paket sabu seberat 4 gram, satu paket sabu seberat 0,9 gram, dan timbangan.
Akibat perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (1) Sub Pasal 127 ayat (1) Undang-undang Republik lndonesia No.35 tahun 2009, tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun.
Baca Juga: Pilot Maskapai Plat Merah Ditangkap karena Pakai Sabu
Berita Terkait
-
Penerbangan Terakhir: Drama Perselingkuhan Pilot Muda dengan Pramugari
-
Terlibat Skandal, Jerome Kurnia Beri Pesan dari Film Penerbangan Terakhir: Jangan Mudah Percaya!
-
Nekat Pasok Sabu ke Napi Lewat Sandal, SM Malah Masuk Penjara Gegara Gesture Gelisah
-
Mengenal 'Red Wolf', Pilot Legendaris F-16 yang Gugur dalam Kecelakaan Pesawat Latih di Bogor
-
Maskapai Spirit Airlines PHK 270 Pilot, Terakhir Kerja November
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Kontroversi Grok AI dan Ancaman Kekerasan Berbasis Gender di Ruang Digital
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
Terkini
-
Dermaga Halte Buaran Diseruduk Kendaraan Pribadi, TransJakarta Koridor 11 Terpaksa Alihkan Rute
-
Cuaca Senin Pagi: Jakarta Dikepung Hujan Lebat dan Angin Kencang, Cek Daftar Wilayah Terdampak!
-
Laporan PRISM 2025 Sebut Jakarta Jadi Kota Paling Diminati Sepanjang 2025
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu