Suara.com - DPRD Jakarta kembali mendesak agar Pemprov DKI Jakarta menarik biaya komitmen atau Commitment Fee Formula E yang telah disetorkan ke pihak penyelenggara. Namun keputusan untuk mengambil dana ini disebut masih dibahas.
Padahal, desakan untuk menarik commitment fee ini sudah lama diungkapkan oleh DPRD sejak pertengahan Mei lalu. Sebab, dengan merebaknya virus corona Covid-19, ajang balap mobil listrik ini diyakini tak bisa digelar sesuai jadwal yakni 6 Juni lalu.
Dana commitment fee ini diminta untuk dialihkan ke anggaran penanganan virus corona Covid-19 atau membantu masyarakat yang terkena dampak pandemi ini.
Desakan ini kembali diutarakan saat rapat kerja Komisi B DPRD Jakarta, Senin (13/7/2020).
Terkait itu, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) selaku penyelenggara Formula E mengatakan masih membahas kemungkinan bisa tidaknya tindakan ini dilakukan.
Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto mengatakan pihaknya harus membahas hal ini dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta. Sebab dana commitment fee ini menggunakan dana Dispora.
"Kita lagi diskusikan pak apakah memungkinkan dari segi legal dan kita harus koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) karena memang ini bukan PMD (Penyertaan Modal Daerah) Jakpro tapi di bawah dinas olahraga," ujar Dwi di ruang rapat Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Direktur Keuangan PT Jakpro Yuliantina Wangsawiguna menjelaskan, pihaknya hanya menyetorkan dana untuk bank garansi. Sementara Dispora menggunakan APBD untuk commitment fee.
"Ada commitment fee ada bank guarantee karena berkontrak secara dokumen hukum itu Jakpro tagihan langsung ke dispora," jelasnya.
Baca Juga: Sudah Disinggung Jokowi, Positivity Rate Corona DKI Hari Ini Masih Tinggi
Diketahui, commitment fee ini harus dibayar sebagai biaya lisensi Jakarta sebagai tuan rumah formula E musim 2020/2021. Jakarta sendiri sudah berkontrak menjadi tuan rumah Formula E sampai lima musim ke depan.
Untuk musim 2020/2021, DKI sudah menyetorkan uang sebesar 20 juta poundsterling atau setara dengan Rp 345,9 miliar. Lalu musim 2021/2020 sudah membayar setengahnya, yakni sebanyak 11 juta poundsterling atau Rp Rp 207,69 miliar.
Berita Terkait
-
Tambah 278 Pasien, Positif Corona di Jakarta Capai 14.369 Orang
-
RPJMD DKI Akan Diubah Imbas Corona, Formula E Diminta Tak Dimasukan
-
Sah, Hankook Tire Resmi Menjadi Mitra di Kejuaraan Formula E
-
FIA Resmi Tunjuk Hankook Tire Jadi Ban Resmi Formula E
-
Belum Dijadwalkan, Formula E Belum Tentu Digelar 2021
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka
-
Anggota DPR Minta Impor 105 Ribu Pickup India Dibatalkan: Ini Dirancang Diam-diam
-
Kronologi Penangkapan Koko Erwin, Diringkus Saat Hendak Menyeberang ke Malaysia
-
Golkar Tegaskan Anggaran MBG Disepakati Bulat di DPR: Tak Ada yang Menolak, Termasuk PDIP
-
Akhir Kisah Meresahkan Ibu-Ibu Viral Suka Tak Bayar Makan, Kini Diboyong ke RSKD Duren Sawit
-
Akun Telegram Catut InaEEWS BMKG Sebarkan Peringatan Gempa Palsu, Publik Diminta Waspada
-
Diduga Jadi Sarang Prostitusi, Dua Akses Taman Kota Cawang Ditutup Permanen
-
Soal Mobil Dinas Rp 8,5 M, Golkar Tegur Gubernur Kaltim: Dengarkan Suara Rakyat!
-
Transjakarta Perketat Standar Keselamatan, Pramudi yang Kurang Fit Dilarang Bertugas
-
Diteror Usai Bongkar Kematian Anak, Ibu Kandung NS di Sukabumi Minta Perlindungan LPSK