Suara.com - Kementerian Luar Negeri kembali menggelar penghargaan Hassan Wirajuna Perlindungan WNI Award atau HPWA 2020. Penganugerahan HPWA tahun keenam ini bertujuan menumbuhkan budaya pengakuan terhadap para pihak yang telah berperan aktif, memberikan dedikasi, kontribusi dan dukungan dalam upaya perlindungan WNI di luar negeri.
Sekretaris Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kemlu Winanto Adi menyebut HPWA tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya karena diselenggarakan di tengah pandemi virus corona covid-19 yang sudah menginfeksi belasan juta orang di seluruh dunia.
"Penyelenggaran HWPA ini momentum yang sangat tepat untuk memberikan apresiasi atas kerja keras bagi seluruh pemangku kepentingan untuk melindungi WNI kita khususnya yang terdampak pandemi COVID-19,” kata Winanto Adi, dalam konferensi pers virtual, Jumat (24/7/2020).
HWPA pertama kali digelar pada 2015 lalu dengan menggunakan nama Menteri Luar Negeri periode 2001-2009 Hassan Wirajuda sebagai inisiator dan pelopor bagi perlindungan WNI dan BHI di luar negeri oleh Kemlu.
Sejumlah lembaga baik pemerintah maupun non pemerintah, hingga individu pernah menerima penghargaan ini.
Kepala perwakilan RI dari dubes hingga konsul, staf perwakilan RI dari pejabat dinas hingga staf lokal, mitra kerja perwakilan RI baik di dalam dan luar negeri, mitra kerja kementerian luar negeri di tingkat pusat maupun daerah, masyarakat madani seperti organisasi masyarakat, NGO hingga individu, pemerintah daerah, hingga jurnalis dan media massa.
Tahun ini HPWA membuka 8 kategori antara lain; Kepala Perwailan RI, Mitra Kerja Kemlu, Instansi Daerah, Jurnalis atau Media, Staf Perwakilan RI, Mitra Kerja Perwakilan RI, Masyarakat Madani, dan Pelayanan Publik di Perwakilan RI.
Oleh sebab itu, kementerian, lembaga, pemerintah daerah, perwakilan RI, media massa dan masyarakat dapat mengusulkan individu atau lembaga yang dipandang layak untuk mendapatkan HWPA 2020 melalui laman hwpa.kemlu.go.id.
Dewan Juri HWPA 2020 merupakan tokoh-tokoh perlindungan WNI dari berbagai kalangan mulai dari Kemenlu hingga media:
Baca Juga: Dua Warga Asing Terima Penghargaan Hassan Wirajuda Award 2019
- Andy Rachmianto, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler (Ketua HWPA 2020).
- Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI (Sekretaris HWPA 2020)
- Duta Besar Andri Hadi
- Dharmakirty Syailendra (Konsul Jenderal RI Jeddah Periode 2013-2016)
- Teguh Hendro Cahyono (Deputi Bidang Penempatan, Badan Perlindungan Pekerja Migran)
- Siti Ruhaini Dzhuhayatin. Staf Khusus Presiden RI untuk isu Keagamaan Internasional
- Profesor Hikmahanto Juwana, Guru Besar Hukum Internasional UI/Rektor Universitas Achmad Yani
- Rafendi Djamin, Pegiat HAM internasional
- Suwarjono. Jurnalis Senior, Pemred Suara.com
- Yuniati Chuzaifah , Pegiat HAM perempuan
Berita Terkait
-
Dua Warga Asing Terima Penghargaan Hassan Wirajuda Award 2019
-
Daftar 17 Nama Penerima Penghargaan Hassan Wirajuda Award 2019
-
Tim Juri HWPA 2019 Verifikasi Pelayanan Publik KJRI Hongkong
-
KBRI Malaysia Usulkan 8 Kandidat Penerima Hassan Wirajuda Award 2019
-
Alasan Kemlu Gunakan Nama Mantan Menteri untuk Hassan Wirajuda Award
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Perdagangan Kayu Ilegal Masih Marak, Bisakah Sains Forensik Jadi Solusi?
-
Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI
-
Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran
-
Aziz Yanuar Ungkap Noel Ajukan Penahanan Rumah untuk Uji Konsistensi Penegakan Hukum
-
Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut
-
DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan
-
DPR Ingatkan Pemerintah: Sekolah Tatap Muka Lebih Efektif Dibanding Wacana Belajar dari Rumah