Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kembali memberikan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award atau HWPA 2019 kepada para pejuang dan pembela warna negara Indonesia di luar negeri. Sebanyak 17 nama, dari 77 kandidat baik individu maupun lembaga dipilih dewan juri untuk menerima penghargaan yang tahun ini memasuki tahun ke-5.
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, penghargaan HWPA 2019 ini diberikan kepada semua pihak yang telah berkontribusi kepada misi kemanusiaan khususnya membantu WNI yang tinggal di luar negeri. Budaya penghargaan ini mempunyai dua tujuan, pertama memberikan ucapan terima kasih kepada mereka yang telah memberikan seluruh kemampuan di atas tugas yang diberikan untuk misi kemanusiaan dan kedua, budaya untuk kolaborasi dengan berbagai pihak, tidak hanya 1-2 lembaga untuk berkontribusi pada msi kemanusiaan ini, namun harus bisa disangga lebih banyak lembaga.
“Penyelenggaraan HWPA ini telah membangun budaya baru, budaya menolong warga kita di luar negeri. Bila dulu ada masalah, lambat merespon, kini terjadi revolusi mental dengan merespon cepat atas berbagai kasus yang dialami warga kita di luar negeri,” kata Retno Marsudi di Bidakara, Pancoran, Jakarta selatan, Rabu (12/9/2019).
Adapun penerima penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan Award tahun 2019 adalah:
1. Sujatmiko, Dubes RI untuk Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam kategori Kepala Perwakilan RI. Sujatmiko dinilai aktif dalam pelayanan publik dan perlindungan dengan terjun langsung memastikan seluruh WNI di negara Brunei mendapatkan pelayanan optimal. Sebelumnya, saat menjabat Dubes RI di Sudan, ia dikenal aktif melakukan pendekatan dan pembinaan kepada WNI di Sudan dan Eritrea.
2. Krishna Djelani, Konsul Jenderal RI di Kinibalu, Malaysia untuk kageori Kepala Perwakilan RI. Ia aktif meningkatkan fasilitas pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran dengan membangun SMS gateway, penyediaan ruang bermain, ruang menyusui bagi WNI dan anaknya yang datang ke KJRI Kinibalu. Ia mencantumkan nomor telepon pribadi di spanduk yang dipasang di depan ruang pelayanan untuk menerima pengaduan langsung, hingga menekankan zero toleran terhadap isu KKN.
3. Mulkan Lekat, Atas Imigrasi KBRI Kuala Lumpur, Malaysia untuk kategori Pejabat dan Staf Perwakilan RI. Ia telah menciptakan beragam inovasi dalam pelayanan keimigrasian. Seperti pembangunan sistem barcode untuk pengambilan paspor RI/SLPP, hingga menyingkat waktu pengambilan paspor secara signifikan hingga 500 persen dibanding sebelumnya. Penerapan sistem antrean berbasis wajah, SMS gateway, hingga layanan 24 jam.
4. Andini Fitrilah, Pejabat Fungsi Konsuler KJRI Mumbai India kategori Pejabat dan Staf perwakilan RI. Dia adaalah ujung tombak penanganan kasus 8 ABK WNI dan 4 orang ABK WNI yang terlantar di awal tahun 2019. Ia juga menangani kasus-kasus WNI yang bekerja sebagai spa therapist. Dengan menggunakan media sosial Facebook, untuk menyebarkan inormasi kepada WNI di wilayah kerja KJRI Mumbai. Andini juga membuktikan bahwa diplomat perempuan dapat menjalankan peran secara optimal dalam memberikan perliniungan bagi WNI.
5. Amat Fajri Mangkurejo, staf lokal KJRI Jeddah di Arab Saudi untuk kategori Pejabat dan Staf Perwakilan RI. Dia banyak terlibat dalam penanganan kasus-kasus WNI di Arab Saudi khususnya kasus-kasus berat dan menjadi perhatian publik. Peran dia menerjemahkan WNI yang tengah menjalani proses hukum pengadilan Arab Saudi sangat krusial. Ia juga menggagas konsep, “Perlindungan WNI Melalui Penguatan Peran Kapasitas dan Legalitas Penerjemah Sebagai Ujung Tombak Perlidnungan WNI di Arab Saudi,”.
Baca Juga: KBRI Malaysia Usulkan 8 Kandidat Penerima Hassan Wirajuda Award 2019
6. Lim Kyong Il, staf lokal KBRI Seoul, Korea Selatan, kategori Pejabat dan Staf Perwakilan RI. Warga negara Korea Selatan ini telah bekerja menjadi staf lokal di KBRI Seoul selama 20 tahun, memiliki dedikasi dan tanggungjawab besar, bekerja 24 jam standby untuk membantu melindungi WNI di Korea Selatan. Ia aktif membantu advokasi WNI yang overstay di Korea Selatan, penanganan kasus 15 ABK WNI yang selamat saat terjadi tabrakan kapal, gigih memperjuangkan para pekerja migran Indonesia untuk mendapat haknya
7. Galuh Indriyati, Staf Lokal KJRI Kuala Lumpur Malaysia untuk kategori pejabat dan staf perwakilan RI. Ia dikenal sebagai staf konsuler yang menangani kasus-kasus khusus bagi WNI yang terancam hukuman mati di Malaysia. Ia aktif mmbangun komunikasi dengan aparatur penegak hukum dan pengacara untuk menangani kasus-kasus berat di Malaysia. Ia menjalin komunikasi dengan para WNI di penjara hingga melakukan family engagement dengan keluarga mereka di Tanah Air.
8. Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah untuk kategori Mitra kerja Kementerian Luar Negeri. Lembaga ini mengembangkan aplikasi dan sistem informasi Manajemen Sakinah, terintegrasi dengan portal Peduli WNI Kemenlu.
9. Tenaganita Penang, Lembaga Swadaya Masyarakat di Penang, Malaysia, untuk kategori Mitra Kerja Perwakilan RI. Lembaga ini banyak melakukan advokasi terhadap kasus pekerja migran Indonesia asal NTT, almarhuman Adelina Lisao. Lembaga ini juga aktif membantu pekerja migran Indonesia, kasus-kasus hingga memperjuangkan nasib WNI.
10. Valeriy A Radchenko, Konsul Kehormatan RI di ST Petersburg, Rusia, untuk kategori Mitra Kerja Perwakilan RI. Ia memiliki rekam jejak panjang dalam membantu dan melindungi para WNI di St Petersburg.
11. Pemerintah Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta untuk kategori Pemerintah Daerah. Pemda DIY melakukan pelayanan terpadu satu atap untuk penempatan dan perlindungan TKI, hingga berbagai perlindungan dengan persyaratan sangat ketat bagi para calon TKI yang akan ke luar negeri. Saat ini jumlah kasus PMI di luar negeri asal Yogyakarta menurun hingga 0,001%.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Karena Ini, Pengacara Eks Wamenaker Noel Tuding KPK Tebang Pilih
-
Perdagangan Kayu Ilegal Masih Marak, Bisakah Sains Forensik Jadi Solusi?
-
Berawal dari Perkelahian Adik, Pemuda di Maluku Tewas Dipukul Prajurit TNI
-
Kapal Pertamina Tak Bisa Lewat Selat Hormuz, DPR Dorong Pemerintah Lakukan Diplomasi ke Iran
-
Aziz Yanuar Ungkap Noel Ajukan Penahanan Rumah untuk Uji Konsistensi Penegakan Hukum
-
Diduga Langgar Etik, Pimpinan KPK Resmi Dilaporkan ke Dewas Buntut Tahanan Rumah Gus Yaqut
-
DPR Usul WFH ASN Digelar Rabu, Hindari Efek Libur Panjang
-
Di Tengah Blokade Iran, Malaysia Dapat Jalur Khusus Lewati Selat Hormuz
-
Dana Iklim dan Rehabilitasi Hutan di Kalimantan: Bisakah REDD+ Beri Dampak Jangka Panjang?
-
Istri Richard Lee Diperiksa Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Masih Berjalan