News / internasional
Reza Gunadha | Arief Apriadi
Kim Jong Un (AP)

Suara.com - Menyaksikan serial drama Korea Selatan bisa menjadi tindakan yang mengancam nyawa bagi warga Korea Utara setelah Kim Jong-un menekankan pentingnya pendidikan ideologis.

Menyadur New York Post, Korea Utara sangat melarang warganya untuk bersentuhan dengan budaya negara tetangga, Korea Selatan.

Bahkan, Kim Jong-un dikabarkan tak segan untuk memberi hukuman berat bagi warga yang ketahuan menyaksikan drama Korea Selatan maupun budaya populer milik negara tetangganya itu.

Baru-baru ini, rekaman video yang menunjukan warga Korea Utara dihukum karena meniru kata-kata dan ungkapan populer Korea Selatan muncul, sebagaimana laporan Radio Free Asia (RFA).

Baca Juga: Korea Selatan Resesi, Ekonom Ini Sebut Menguntungkan Buat Indonesia

Dalam video yang diklaim telah ditayangkan pada awal Juli itu, terlihat warga Korea Utara ditangkap dan dinterogasi lantaran berbicara dan menulis dalam gaya Korea Selatan.

Kepada Radio Free Asia, seseorang yang tak disebutkan namanya mengatakan lusinan pria dan wanita dicukur dan mereka dibelenggu ketika para penyelidik menginterogasinya.

"Menurut pembicara dalam video itu, 70 persen penduduk di seluruh negeri menonton film dan drama Korea Selatan," kata penduduk provinsi Hamgyong Utara kepada RFA dikutip dari New York Post, Senin (27/7/2020).

Pembicara dalam rekaman video itu juga terdengar mengatakan bahwa "Budaya nasional kita sedang memudar."

Salah satu adegan drama Korea Revolutionary Love

Orang dalam Korea Utara kepada RFA mengatakan bahwa Kim Jong-un sudah merumuskan hukuman yang akan diterima warganya terkait pelanggaran tersebut.

Baca Juga: Dihantam Corona, Anak Muda Korea Selatan Banyak Jadi Pengangguran

"Pihak berwenang akan memanfaatkan berbagai teknik, termasuk hukuman yang lebih berat, bersama dengan proyek-proyek pendidikan ideologis, untuk mencegah penyusupan lebih lanjut dari budaya Korea Selatan."

Komentar