Suara.com - Pengikut ajaran baru yang dinamai Agama Muslim ditemukan di Sumatera Barat. Front Pembela Islam (FPI) menilai ajaran tersebut sudah menyesatkan pengikutnya.
Penilaian FPI tersebut tidak terlepas dari ajaran Agama Muslim yang disebut sudah berjalan sejak 24 tahun itu. Dalam ajarannya, mereka tidak mengakui Allah SWT sebagai Tuhannya melainkan Rabbi.
Juru bicara FPI Munarman menyebut, segala amalan yang tidak sejalan dengan syariat Islam sudah dipastikan menyesatkan.
"Pada prinsipnya, semua amalan yang bertentangan dengan syariat Islam yang diajarkan oleh Rasulullah dan menyimpang dari syariat, maka bisa dipastikan sesat menyesatkan," kata Munarman saat dihubungi Suara.com, Rabu (29/7/2020).
"Apalagi tidak salat, tidak puasa, haji diwakilkan. Itu sudah membuat buat sendiri ajaran. Perlu banyak dakwah terhadap orang-orang jahil murrokab seperti itu," tambahnya.
Meski begitu, Munarman mengungkapkan kalau pihaknya belum mengetahui betul soal keberadaan ajaran baru tersebut. Ia akan berkoordinasi dengan FPI Sumatera Barat untuk menelusurinya.
"Saya belum punya informasi tentang hal tersebut. Nanti kami investigasi dulu untuk mendalami informasi terkait," katanya.
Berdasarkan informasi yang didapat Covesia.com-jaringan Suara.com, agama yang diberi nama oleh pengikutnya sebagai Agama Muslim tersebut sudah dirintis sejak tahun 1996.
Satu kelompok masyarakat di Nagari Sumani Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok yang menamakan 'Agama Muslim' ini, mengakui tuhannya adalah Rabbi.
Baca Juga: Heboh Spanduk Gambar Rizieq Shihab Dibakar, Fahri Hamzah: Apa Gunanya Sih!
Rabbi bagi mereka berarti Yang Menciptakan, bukan Allah SWT. Kemudian nabinya adalah Nabi Ibrahim AS, bukan Nabi Muhammad SAW. Sejumlah aturan di Agama Muslim ini jauh berbeda dari ajaran yang dibawa Rasullah Muhammad SAW.
Ajaran 'Agama Muslim' ini tidak mewajibkan salat, tetapi mewajibkan mengingat Rabbi. Tidak berpuasa, tapi harus mengendalikan hawa nafsu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT