Suara.com - Lantai 7 Gedung Blok G Balai Kota DKI Jakarta, yang merupakan kompleks pemprov, ditutup sementara.
Penutupan sementara kantor pelayanan publik tersebut disebabkan sejumlah pegawai negeri sipil di area tersebut terkonfirmasi positif virus corona covid-19.
Sekretaris Daerah Saefullah mengatakan, penutupan sementara lantai 7 gedung Blok G Balai Kota Jakarta dilakukan hingga Senin (10/8) pekan depan.
Namun, kata Saefullah, gedung tersebut tidak ditutup pada semua bagian karena merupakan pusat pelayanan masyarakat.
"Lantai 7 hari ini tutup semua, tapi Senin pekan masuk. Enggak bisa semua ditutup, karena ini pelayanan publik," kata Saefullah kepada wartawan, Sabtu (8/8/2020).
Mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu mengatakan, belum mengetahui asal muasal PNS tersebut terjangkit covid-19.
Tapi ia memastikan, selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemprov sudah melakukan pembatasan jumlah pegawai yang masuk.
Bahkan kata dia, jumlah pegawai yang masuk hanya 50 persen dari kapasitas ruangan.
Saefullah juga enggan memerinci jumlah PNS di lingkungan pemprov yang terinfeksi virus tersebut.
Baca Juga: Teratas di RI, Hari Ini Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 24.601 Pasien
Sementara itu Kepala Badan Kepagawaian Daerah (BKD) Chaidir mengatakan jumlah pegawai yang reaktif postif Covid-19 tak banyak.
Karenanya, kata dia, pegawai yang reaktif covid-19 tersebut hanya diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.
"Kalau jumlahnya enggak banyak, dia baru reaktif positif. Ketika di tes PCR itu bukan terpapar, reaktif positif. Nah mereka ini diminta isolasi mandiri di rumah, work from home," kata Chaidir.
Chaidir menuturkan hanya lantai 7 gedung Blok G Balai Kota DKI Jakarta yang dilakukan penutupan.
"Iya lantai itu (7) saja, yang terjadi kan di lantai BPKD. Hanya itu aja ditutup, tapi kan BPKD punya tiga lantai, lantai tujuh lantai 14, lantai 15," ucap dia.
Ketika ditanya jumlah pegawai yang reaktif positif Covid-19, Chaidir mengaku belum mengetahui persis.
Tag
Berita Terkait
-
HUT RI, Warga DKI Diminta Serentak Nyanyi Lagu Indonesia Raya dari Rumah
-
Teratas di RI, Hari Ini Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus 24.601 Pasien
-
Kasus Covid-19 DKI Jakarta Sabtu 1 Agustus Capai 21.575 Orang
-
Kasus Positif Corona Tertinggi di Jakarta, Sabtu Ini 368 Orang Terinfeksi
-
Hingga Akhir Pekan Ini, Ada 41.693 Warga Jakarta Tepergok Tanpa Masker
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Anggota Komisi III DPR Dukung RUU Polri Atur Jabatan Polisi di Luar Institusi Dibatasi: Supaya Jelas
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Pemerintah Telah Salurkan Dana Rp 10,65 Triliun untuk Kebut Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
-
Kabar Gembira! Pajak Kendaraan Listrik di Jakarta Tetap Nol Rupiah, Ini 5 Fakta Terbarunya
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas