Suara.com - Bagi pengendara roda dua yang melintasi Jalan Margonda, Depok, Jawa Barat harus mematuhi aturan berlalu lintas. Sebab dalam waktu dekat ini Jalan Margonda akan dipasang alat perekam untuk menilang kendaraan yang melanggar berlalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melewati jalur cepat.
"Waktu dekat ini Jalan Margonda akan dipasang alat tilang elektronik. Maka dari itu pengendara harus lebih tertib berlalu lintas," kata Kapolres Metro Depok Kombes Pol Azis Andriansyah, Jumat (14/8/2020).
Azis mengatakan, teknis penerapan tilang elektronik dengan sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) tengah disiapkan oleh Satlantas Polres Depok. Jika ETLE sudah diterapkan, khusus kendaraan motor tidak boleh masuk jalur cepat.
"Jika ada yang melanggar otomatis akan dikenakan tilang elektronik,” ujarnya.
Dengan pemberlakukan tilang elektronik itu, diharapkan angka kecelakaan dapat berkurang di Jalan Margonda.
Aturan berkendara di kawasan Depok juga akan lebih ditertibkan. Seperti menggunakan helm saat berkendara motor, menggunakan sabuk pengaman di mobil, untuk balita wajib gunakan child restrains, tidak menggunakan hp saat berkendara, batas minimun kecepatan. Kemudian tidak mengemudi dalam keadaan mabuk atau pengaruh obat terlarang, tidak lawan arus, truk atau pick up tidak boleh mengangkut penumpang.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Depok Kompol Erwin Aras Genda menjelaskan, penerapan ETLE di Jalan Margonda setiap pengendara roda dua yang masuk jalur cepat secara otomatis tercapture kamera dan pelanggarnya akan diproses.
“Endingnya CCTV, misalnya kita pasang di simpang Juanda, nah yang melanggar akan terlihat. Sosialisasi selama seminggu, pekan depan pada 17 Agustus akan ada penindakan tilang manual. Jadi pada September nanti sudah siap dengan tilang elektronik,” terangnya.
Dia menambahkan, sejauh ini masih banyak masyarakat yang kurang paham dengan adanya jalur lambat dan cepat. Hal itu sangat membahayakan pengendara.
Baca Juga: Wisatawan Pantai Wediombo Ditelan Ombak dan 4 Berita SuaraJogja Lainnya
“Karena jalur cepat itu adalah jalur yang digunakan kendaraan roda empat dengan kecepatan tinggi, apabila ada motor yang zig zag akan terjadi laka lantas,” katanya.
Kontributor : Supriyadi
Berita Terkait
-
Sering Disebut Saat Razia Ternyata Ini Arti Tilang dan Asal Usul Istilahnya
-
Jakarta Siap Dipantau 1.000 Kamera e-TLE pada 2026, Penindakan Lalu Lintas Bakal 95% Elektronik
-
Kesal Sering Kena Tilang, Warga Ramai-ramai Rusak Kamera CCTV Pakai Bambu
-
Banjir Kepung Depok, Jalan Margonda dan Jalan Sentosa Terendam, Lalu Lintas Lumpuh
-
Beredar Pesan Berisi Link ETLE Mengatasnamakan Kejaksaan, Kejagung Minta Masyarakat Waspada
Terpopuler
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 7 HP Xiaomi RAM 8 GB Termurah di Februari 2026, Fitur Komplet Mulai Rp1 Jutaan
- 7 HP Murah Terbaru 2026 Buat Gaming: Skor AnTuTu Tinggi, Mulai Rp1 Jutaan!
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
Pilihan
-
Kembali Diperiksa 2,5 Jam, Jokowi Dicecar 10 Pertanyaan Soal Kuliah dan Skripsi
-
Geger! Pemain Timnas Indonesia Dituding Lakukan Kekerasan, Korban Dibanting hingga Dicekik
-
Polisi Jamin Mahasiswi Penabrak Jambret di Jogja Bebas Pidana, Laporan Pelaku Tak Akan Diterima
-
Komisi III DPR Tolak Hukuman Mati Ayah di Pariaman yang Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anaknya
-
Cinta dan Jari yang Patah di Utara Jakarta
Terkini
-
Pengiriman 8.000 TNI ke Gaza Pertaruhan Berbahaya, Amnesty Desak Tinjau Ulang
-
AS Siapkan Kirim Kapal Induk Kedua ke Wilayah Iran di Tengah Ancaman Perang
-
Dari Sindiran 'Cerdas' ke Foto Damai, Ini 6 Fakta Perselisihan Menkeu Purbaya dan Menteri KKP
-
IPK Indonesia Anjlok ke Skor 34, Hasbiallah Ilyas: Alarm Keras, KPK Harus Evaluasi Total
-
Meluruhkan Debu, Merajut Toleransi: Harmoni Lintas Iman di Kelenteng Fuk Ling Miau Yogyakarta
-
Temui Mensos, Rieke Diah Pitaloka Dorong Data Tunggal Akurat demi Bansos Tepat Sasaran
-
Ramadan di Depan Mata, Pramono Anung Wanti-wanti Warga DKI Tak Gadai KJP Buat Penuhi Kebutuhan
-
KPK Periksa Pj Gubernur Riau hingga Bupati Inhu, Dalami Aliran Uang Kasus OTT Abdul Wahid
-
Sungai Cisadane 'Darurat' Pestisida, BRIN Terjunkan Tim Usut Pencemaran Sepanjang 22,5 KM
-
Buntut Dugaan Pelanggaran Impor, Bea Cukai Segel 3 Gerai Perhiasan Mewah Tiffany & Co di Jakarta