Suara.com - Seorang pria asal New York, Amerika Serikat terkaget-kaget setelah menerima paket belanjaan yang ia pesan melalui situs jual beli daring atau online.
Bukan karena paket yang dia terima rusak atau salah kirim. Namun, dia pendapat "hadiah gratis" dari paket rompi Nike yang dia beli.
Menyadur New York Post, pria bernama Benjamin Smithee itu menerima paket belanja lengkap dengan puluhan ulat di dalamnya.
Hal itu membuatnya bergidik ngeri. Dia membagikan kisah yang dia sebut baru pertama kali dialaminya itu lewat media sosial Facebook.
“Saya benar-benar belum pernah mendengar hal seperti ini,” katanya Smithee kepada The Post.
"Saya sangat terkejut dan berusaha untuk tidak menambahkan muntahan di atas situasi ini."
Smithee percaya ulat-ulat itu telah berada di paket belanja itu sejak awal, atau mungkin memang ada yang sengaja memasukannya.
Pasalnya, apabila ulat-ulat itu baru masuk saat paket dalam pengiriman, akan ada kerusakan pada kardus atau pelastiknya.
"Paket ditutup dan tidak rusak, maka ulat-ulat ini [mungkin] ada di sana sejak awal dan tidak masuk selama pengiriman," kata Smithee.
Pria yang merupakan CEO The Smithee Group itu mengaku ketakutan dengan apa yang dia alami. Smithee sesegera mungkin membuang hewan-hewan itu dari apartemennya.
Baca Juga: Istrinya Dirawat karena Covid-19, Pria Ini Kirim Bunga ke RS Setiap Hari
"Saya mengeluarkan seta-setan itu dari kotak," katanya seraya mengatakan bahwa ada 25 sampai 30 ulat dalam paket belanja itu.
"Serangga itu tampaknya ulat bambu, yang tumbuh menjadi kumbang dan kemudian saya pikir akan berubah jadi naga setelah itu," canda Smithee.
Pihak Nike tidak membalas pertanyaan yang diajukan The Post terkait peristiwa itu. Namun, Smithee berhasil menghubungi layanan pelanggan untuk pengembalian dana.
Layanan pelanggan meminta dia untuk kembali mengepas pakaian itu dan mengirimnya kembali. Smithee pada akhirnya urung menuntut penggantian barang.
"Saya segera membuang kotak dan kemasannya untuk memastikan tidak ada sisa cacing yang tertinggal, atau amit-amit, telur," tandasnya.
Berita Terkait
-
Anak 2 Tahun Ogah Pakai Masker, Satu Keluarga Diusir dari Pesawat
-
60.000 Relawan Siap Uji Klinis Vaksin COVID-19 Buatan Amerika Serikat
-
Perangi DBD, Jutaan Nyamuk Hasil Rekayasa Genetik akan Dilepas di Florida
-
Tolak Pakai Masker, Tentara Penembak Osama Bin Laden Dilarang Naik Pesawat
-
Donald Trump Ribut dengan Ban GoodYear, Penyebabnya Sepele
Terpopuler
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- Biar Terlihat Muda Pakai Lipstik Warna Apa? Ini 5 Pilihan Shade yang Cocok
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
- 7 HP Flagship Terkencang Versi AnTuTu Februari 2026, Jagoannya Gamer dan Multitasker
- Kenapa Pajak Kendaraan Jateng Naik, tapi Jogja Tidak? Ini Penjelasannya
Pilihan
-
Jangan ke Petak Sembilan Dulu, 7 Spot Perayaan Imlek di Jakarta Lebih Meriah & Anti Mainstream
-
Opsen Pajak Bikin Resah, Beban Baru Pemilik Motor dan Mobil di Jateng
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
Terkini
-
Imlek 2026, Polda Metro Jaya Siapkan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas di Sekitar Vihara
-
Ironi AKBP Didik Putra Kuncoro: 6 Fakta Kelam Eks Kapolres Bima, Simpan Sekoper Narkoba
-
Prabowo Kumpulkan Purbaya hingga Airlangga di Hambalang Kemarin, Ternyata Ini Yang Dibahas
-
Profil dr Piprim Basarah, Dokter Senior yang Dipecat Menteri Kesehatan
-
Hasil Uji Rambut Positif, Eks Kapolres Bima AKBP Didik Simpan Sabu dan Ekstasi di Rumah
-
Hentikan Provokasi! Spanduk Penolakan GBI Pasar Baru Jambi Coreng Nilai Toleransi dan Konstitusi
-
Masjid UGM Bagi 1.500 Porsi Buka Puasa Gratis Setiap Hari, Cek Jadwal dan Rangkaian Ramadan Kampus!
-
Meutia Hatta Soroti Bocah Bunuh Diri di NTT, Minta Istri Pejabat Ikut Ingatkan Pemerintah
-
Nilai Kondisi Pola Asuh Anak Sedang Rapuh, Menteri PPPA Sebut Kekuatan Keluarga Jadi Pondasi Negara
-
Mengintip Suasana Ramadan Komunitas Islam Syiah di Pejaten