Di bulan April lalu (04/20) Natalius menyampaikan bahwa ada salah satu menteri yang gemar mabuk dan ‘main perempuan'. Pernyataan kontroversial tersebut Ia sampaikan pertama kali melalui akun Twitter milikinya @nataliuspigai2.
Saat menjadi bintang tamu di kanal Youtube Macan Ideal, Natalius angkat bicara terkait kasus blokir internet di Papua. Ia memaknai pemerintah dengan sengaja memblokir internet agar dunia internasional tidak dapat melihat potret kondisi Papua yang sebenarnya.
Natalius pernah melontarkan pendapat bahwa kunjungan Presiden Jokowi ke Papua tidak ada manfaatnya bagi masyarakat di sana. Selain itu, Natalius juga pernah mengomentari kebijakan penenggelaman kapal oleh Susi Pudjiastuti.
Ia menyindir mantan Menteri Kelautan tersebut dengan berkata "orang bodoh juga bisa tenggelamkan kapal". Tidak sedikit pihak yang mengkritik komentar Natalius tersebut karena dianggap berada di luar konteks.
Natalius sempat dikritik ketika Ia menyampaikan bahwa Komnas HAM akan pergi ke Saudi Arabia untuk menemui Habib Rizieq. Pernyataan ini kemudian dianggap menyimpang dari tujuan berdirinya Komnas HAM.
Tahun 2018, Natalius juga pernah diminta oleh Staf Khusus Presiden untuk tidak menyebarkan fitnah tentang pemerintahan Jokowi.
Terlepas dari kontroversi-kontroversi ini, hal penting yang perlu diperhatikan adalah motif dibalik setiap kritikan Natalius. Sebagai seorang aktivis kemanusiaan, tentu motif yang diharapkan juga berasal dari kerisauan dirinya atas ketidakadilan yang dialami masyarakat.
Itu dia profil Natalius Pigai, aktivis kemanusiaan asal Papua.
Kontributor : Theresia Simbolon
Baca Juga: Profil Henry J Gunawan, Raja Properti Yang Tewas di Penjara
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali