Suara.com - Seorang pemuda bikin geram publik lantaran aksinya menggeber knalpot racing di dalam parkiran sebuah mal. Usai ditegur, pemuda ini justru melaporkan orang-orang yang memprotesnya ke kantor polisi.
Aksi pemuda itu terekam dalam sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @memoefriantto. Kendati kamera berada di seberang mobil merah milik pemuda itu, namun suara yang ditimbulkan dari knalpot racing-nya cukup bising.
Pemuda itu terus-terusan menggeber knalpot mobilnya hingga orang-orang mengerumininya untuk protes.
Alhasil, pemuda kelahiran tahun 2001 itu dapat omelan pengunjung mal lain yang merasa terganggu.
Beberapa orang yang terganggu oleh ulah pemuda itu memaksanya untuk mendengarkan sendiri knalpot racing miliknya.
Dari video yang beredar, warga yang marah sempat menjambak rambut pemuda tersebut. Beruntung, keributan itu tak berlangsung lama.
Video keributan warga dengan pemuda penggeber knalpot racing bisa disaksikan DI SINI.
Buntut kejadian itu ternyata sampai di kantor polisi. Si pemuda yang tak terima dipersekusi warga diduga melaporkan kejadian itu ke Polres Jakarta Selatan.
Ia melaporkan perlakuan yang diterimanya sebagai ancaman kekerasan.
Baca Juga: Kronologis Jazuli Dipersekusi Aparat Desa karena Viralkan Rumah Kumuh
Kontan, aksi pemuda tersebut menuai reaksi dari sejumlah warganet. Mereka tak habis pikir dengan kelakuan si pemuda berinisial MH tersebut.
"Berbuat salah + enggak merasa bersalah + bikin laporan. Ada apa sih kamu?" tanya seorang warganet.
"Yang punya mobil merah duluan yang salah, harusnya enggak boleh knalpot kayak gitu kan? Kecuali ada duitnya sih," komentar warganet lain.
"Kalau enggak geber itu knalpot, enggak akan jadi keributan Bambank, knalpot kok sama mercon bumbung masih halusan mercon bumbung," tulis warganet lain yang kesal.
"Salah juga soalnya yang ngehakimin gitu, harusnya ditegur atau panggil security keamanan mal untuk ngusir mobil yang geber-geber itu. Bukan malah digituin, kalo udah dilaporin gini kan jadi panjang urusan," imbuh warganet lain.
Berita Terkait
-
Sebut Dugaan Persekusi Jazuli Selesai, Kades: Bingung Kenapa Lapor Polisi
-
Kronologis Jazuli Dipersekusi Aparat Desa karena Viralkan Rumah Kumuh
-
Kreativitas Bocah Ini Ciptakan Knalpot Bikin Terpesona, Mirip Suara RX King
-
Ingin Bertahan Hidup, Itulah Alasan Pengungsi Ada di Indonesia
-
Video Diduga Pencuri Tertangkap, Jilbab Dicopot, Rambut Dicukur Pakai Pisau
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
BNI Bersihkan Masjid Darul Aman Pascabanjir di Agam
-
Kritik Tajam ke Prabowo Soal IKN: Politisi PDIP Minta Stop Pembangunan Baru, Fokus Ini!
-
Mahfud MD Sebut Jaksa Tidak Fair dalam Kasus Nadiem Makarim, Ini Alasannya
-
Ini 5 Fakta Kerusakan Hutan di Indonesia yang Jadi Sorotan Dunia
-
Komisi III DPR Perjuangkan Nasib Hakim Ad Hoc dengan Syarat Mutlak Jangan Mogok Sidang
-
KPK Ungkap Istilah Uang Hangus dalam Kasus Gratifikasi Eks Sekjen MPR
-
Sebut Pelaporan Pandji Salah Sasaran, Mahfud MD: Dia Menghibur, Bukan Menghasut!
-
Usut Kasus Haji, KPK Ngaku Sudah Tahu Inisiator Pembakaran Dokumen di Kantor Maktour
-
Sentil Pejabat Perlu Terbiasa Diroasting, Uceng: Kuping Negara Tak Boleh Tipis
-
Rakyat Rugi Besar! Ini Bahaya Pilkada jika Dikembalikan ke DPRD Menurut Netgrit