Suara.com - Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daniel Ronda merasa kecewa dengan sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang hingga saat ini seakan tidak peduli atas tewasnya pendeta Yeremia Zanambani di Kabupaten Intan Jaya, Papua, pada Sabtu (19/9/2020) lalu.
Daniel Ronda mengatakan, pihaknya hingga saat ini belum menerima respon sama sekali dari pemerintah terkait surat Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) untuk mengusut tuntas kematian Pendeta Yeremia.
"Kami pengurus pusat Gereja Kemah Injil Indonesia, menyayangkan pihak pemerintah yang sampai hari ini belum memberikan komentar apapun atas peristiwa ini. Baik dari Pak Jokowi, ataupun itu, itu saja," kata Daniel Ronda dalam konferensi pers virtual, Kamis (24/9/2020).
PGI hingga saat ini masih meyakini berdasarkan keterangan penduduk lokal, Pendeta Yeremia diduga ditembak TNI bukan oleh pasukan TPNPB-OPM.
"Kami tetap berpendapat ini dugaan, masih sama tidak berubah pandangan kami, sampai kami mendapatkan titik terang investigasi yang dilakukan pemerintah," ujarnya.
Ketua Badan Pekerja Am Sinode Gereja Kristin Injili di Tanah Papua, Andrikus Mofu juga menyinggung pidato Jokowi dalam Sidang Majelis Umum PBB yang bisa mengangkat isu Palestina sementara di Papua masih terjadi konflik.
"Yang terkait dengan masalah yang juga dihadapi oleh saudara kita di Palestina, ini luar biasa sekali pidato presiden, tapi ini memberi pertanyaan kepada presiden kita, sejauh mana selaku kepala negara dalam tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat di tanah Papua," ucap Andrikus Mofu.
Gereja berharap konflik di Papua cepat diselesaikan dengan membuka ruang dialog saling mendengarkan antara pemerintah dan warga, agar tidak ada lagi korban dari TNI-Polri maupun orang Papua itu sendiri.
Sebelumnya, PGI menyurati Jokowi yang diteruskan juga kepada Kapolri Jenderal Idham Azis dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk membentuk tim independen mengungkap kematian Pendeta Yeremia.
Baca Juga: Gegara Palestina dan Papua, Veronica Koman Vs Ferdinand Ribut di Twitter
"Untuk menghindari saling tuduh, sebagaimana sudah terjadi, kami mengusulkan dibentuknya Tim Investigasi yang independen," kata Philip dalam keterangannya, Senin (21/9/2020).
Philip juga meminta Jokowi melibatkan Komnas HAM Perwakilan Papua, lembaga adat dan gereja-gereja Papua di dalam tim independen tersebut.
PGI mengakui, hingga kini belum mendapatkan kebenaran yang pasti dari peristiwa penembakan Pendeta Yeremia, sebab TNI menyebut hal itu dilakukan oleh Kelompok Bersenjata, sementara Gereja Kemah Injil Indonesia di Papua menyebut pelaku adalah seorang TNI.
Berita Terkait
-
Walau Sandiaga Timses, Mantu Jokowi Jangan Kepedean, Lawan Makin Militan
-
Dari Istana Bogor, Jokowi Akan Resmikan Tol Pekanbaru - Dumai
-
Usai Diresmikan Jokowi, Tol Pekanbaru-Dumai Digratiskan Beberapa Hari?
-
Kepala Suku Besar Nioga: Semoga Tuhan Berkati Usaha TNI di Kampung Kami
-
Jokowi Minta Semua Lembaga Perkuat Ekonomi Desa di Tengah Pandemi
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
WFH dan PJJ Jakarta Dikaitkan Antisipasi Demo, Pramono: Arahan Pemerintah Pusat
-
5 Pilihan HP 5G RAM 12 GB Mulai Rp2,9 Juta, Solusi Multitasking Lancar Jaya
-
Butuh Waktu Lebih Lama, DPR Patok RUU Perampasan Aset Rampung Paling Lambat Akhir 2026
-
Bukan Sekadar Pintu Gerbang! Ambisi Gubernur Lampung Ubah Bahan Mentah Jadi Emas Ekonomi
-
Review The X-Files: I Want to Believe Vrach Frankenshteyn, Terlalu Sinting!
-
Pesaing Yamaha MT-15 Harga Semurah Scoopy, Begini Spesifikasi Bajaj Pulsar N160
-
Toyota Calya Terjun ke Telaga Sarangan Pagi Buta, Begini Nasib Sopirnya
-
Akan Ada Demo Mahasiswa Besar-besaran di Bundaran HI, 8.242 Personel Gabungan Dikerahkan
-
LOSC Lille: Calvin Verdonk Pemain Indonesia Pertama di Liga Champions
-
Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Jadi Mata Uang Paling Buruk di Asia