Suara.com - Politikus Partai Gelora Indonesia Fahri Hamzah kini mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi di bawah kepemimpinan Firli Bahuri. Fahri yang sejak 2006 getol mengkritisi KPK, kini menyatakan optimistis dengan lembaga antirasuah itu dan dia membuat tagar #AyoKPKKamuBisa di media sosial Twitter.
Fahri Hamzah mengatakan perginya mantan aktivis dari KPK (Febri Diansyah) dapat dimengerti karena ada perbedaan konsep “independen” di antara mereka.
"Sebagai rakyat kita menyimak cara lembaga itu bertransformasi menjadi lembaga kordinasi pencegahan dan penindakan pemberantasan korupsi. Saya sih optimis mereka bisa," kata Fahri.
Mantan wakil ketua DPR itu mengatakan kini tidak mau mengungkit-ungkit lagi persoalan yang terjadi internal KPK periode sebelum-sebelumnya.
"Saya gak mau lagi buka borok masa lalu KPK yang busuk. Pertama saya bukan pejabat publik dan kedua biarkan KPK memperbaiki diri dari dalam," kata dia.
Sebab, kata Fahri, dia percaya lembaga KPK sekarang diawasi oleh tokoh-tokoh bermoral. Tokoh-tokoh yang disebut Fahri "berkelas moralnya" itu kini sedang bekerja keras dan menyadari tugas transformatif lembaga KPK.
Kelima anggota Dewan Pengawas KPK, yakni Artidjo Alkostar (mantan hakim MA), Albertina Ho (wakil ketua Pengadilan Tinggi Kupang), Syamsuddin Haris (peneliti LIPI), Harjono (mantan hakim MK), dan Tumpak Hatarongan Panggabean (mantan wakil ketua KPK periode 2003-2007).
Fahri meminta kalangan anti korupsi untuk, "sabarlah teman-teman, pemberantasan korupsi kayak nguber maling jemuran itu salah. Korupsi adalah kejahatan otak. Pemberantasan korupsi pakai otot gak bakal sampai kemana-mana. Hanya tim hore yang senang. Negara gak dapat apa-apa kecuali keributan. Penegakan hukum perlu konsep."
Fahri mengaku sudah mengkritik KPK sejak 2006. Dia mengatakan belasan tahun berdiri meyakinkan semua orang lewat pidato, seminar, ceramah, dan bedah buku. "Dan saya tidak bisa berubah oleh apa yang saya mengerti sebagai sumber keyakinan. Dan setiap hari ia menjadi sumber keyakinan," katanya.
Baca Juga: Soroti UU Bermasalah, Novel: Sudah Cukup Ngawurnya, Kasihan Bangsa Ini
Fahri mengajak untuk percaya bahwa KPK adalah lembaga publik. KPK, kata dia, akan terus bekerja di ruang publik yang transparan.
"Saya percaya di dalamnya banyak kebaikan. Saya percaya mereka akan mengatasi semua persoalan. Asalkan terus kita perbaiki dan di bawah pengawasan," katanya.
Fahri mengatakan KPK masih memiliki kewenangan yang besar. Dipimpin dan diawasi oleh Dewan Pengawas yang disebut Fahri sebagai “orang besar.” Fahri mengatakan percaya KPK akan mengubah dirinya menjadi dirigent pemberantasan korupai seperti negara-negara yang juga mengalami perubahan.
"Kita mencontoh Korea Selatan. Sebelumnya mereka ribut gak karuan," katanya.
"Jadi, bagi yang mengharapkan KPK juga ribut macam LSM pencitraan ya gak bisa lagi. Sekarang mereka bekerja dengan kekuatan dukungan sistem negara yang lengkap. Ada auditor seperti BPK dan BPKP, ada penegak hukum seperti polisi, jaksa dan pengadilan, juga lawyer. Lengkap," Fahri menambahkan.
KPK sekarang, menurut Fahri, dituntut untuk membangun sinergi dan kekompakan. Dulu, kata dia, KPK didorong keluar dari sistem menyempal dan oposisi.
Berita Terkait
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Usai Gelar Perkara, KPK Tetapkan Status Hukum Hakim dan Pihak Lain yang Terjaring OTT di Depok
-
KPK Geledah Kantor Pusat Bea Cukai dan Rumah Tersangka, Dokumen hingga Uang Tunai Diamankan
-
Kepala Pajak Banjarmasin Resmi Ditahan KPK Usai Terjaring OTT, Akui Terima Janji Suap
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
Terkini
-
Sempat Kabur Saat OTT, Pemilik PT Blueray John Field Menyerahkan Diri ke KPK
-
Semarang Jadi Pelopor Meritokrasi di Jateng, 12 Pejabat Dilantik Lewat Sistem Talenta
-
Nyanyian Saksi di Sidang: Sebut Eks Menaker Ida Fauziyah Terima Rp50 Juta, KPK Mulai Pasang Mata
-
Diduga Demi Kejar 'Cuan' Bisnis, Anak Usaha Kemenkeu Nekat Suap Ketua PN Depok Terkait Lahan Tapos
-
Kapolres Tangsel Laporkan Gratifikasi iPhone 17 Pro Max ke KPK, Kini Disita Jadi Milik Negara
-
Polda Metro Jaya Bongkar Peredaran Obat Keras, 21 Ribu Butir Disita dari Dua Lokasi
-
Usai Kena OTT KPK, Ketua dan Waka PN Depok Akan Diperiksa KY soal Dugaan Pelanggaran Kode Etik Hakim
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Bukan Rugikan Negara Rp2,9 T, Pertamina Justru Untung Rp17 T dari Sewa Terminal BBM Milik PT OTM