Walikota Pearl River David McQueen mengatakan penangkapan tersebut sangat mengejutkan. "Belum ada banyak pembicaraan, mereka diam tentang itu," kata McQueen.
McQueen mengatakan dia mengetahui bahwa kedua wanita itu berada di Pearl River awal pekan ini untuk memberikan pernyataan kepada polisi.
Kat Walsh, Anggota Dewan Kota juga sepakat dengan pendapat McQueen. Dia mengatakan umat paroki, terutama mereka yang lebih terlibat dalam gereja, adalah orang-orang yang paling kecewa karena penangkapan tersebut.
Clark sangat disukai oleh jemaat dan dianggap mudah bergaul, katanya, dan tampaknya rajin bekerja dengan berbagai kelompok di dalam gereja.
"Yang membuat saya kesal, mengapa dia harus melakukan itu di sana?" Kata Walsh. "Saya kesal. Mengapa disana?" sambungnya.
Penangkapan tersebut menandai skandal terbaru yang menimpa Keuskupan Agung New Orleans, setelah Pendeta Pat Wattigny, dilaporkan pada 1 Oktober terungkap melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur pada tahun 2013.
Wattigny kemudian dipindahkan dari pelayanan publik minggu lalu dan masuk dalam daftar pendeta keuskupan agung yang diyakini gereja telah dituduh melakukan penganiayaan.
Clark, yang ditahbiskan pada 2013, baru-baru ini diangkat menjadi pendeta di Sekolah Menengah Paus Yohanes Paulus II di Slidell, di samping tugasnya di Santo Petrus dan Paulus.
Di sekolah tersebut, Clark menggantikan Wattigny, yang telah mengundurkan diri dari posisi itu musim panas ini karena kasus pelecehan seksual.
Baca Juga: Trump Nyaris Pakai Kaos Superman saat Umumkan Bebas Covid-19?
Keuskupan agung mengumumkan telah menangguhkan Clark dari pelayanan sehari setelah dia ditangkap. Pihak keuskupan juga menolak berkomentar atas ditangkapnya Clark.
Dalam tradisi Katolik Roma, altar adalah salah satu ruang gereja yang paling sakral, berfungsi sebagai titik fokus Misa dan tempat seorang imam menguduskan Ekaristi selama sakramen Komuni Kudus.
Menurut hukum gereja, yang dikenal dengan hukum kanon, ketika tempat-tempat sakral dilanggar harus diperbaiki dengan ritus pertobatan sebelum dapat digunakan kembali dalam Misa.
Beberapa hari setelah penangkapan Clark, Uskup Agung Gregory Aymond pergi ke Gereja Saints Peter dan Paul dan melakukan ritual untuk memulihkan kesucian altar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
Terkini
-
Tak Sembarang Orang Bisa Beli, Begini Alur Distribusi Narkoba 'VIP Only' di B Fashion Hotel
-
Nasib Ahmad Syahri Merokok dan Main Game Saat Rapat, Terancam Dipecat dari DPRD Jember?
-
Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
-
Nasib Santri Ponpes Pati Usai Geger Kasus Pelecehan, Sekolah Tetap Lanjut atau Pindah?
-
Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pemburu Begal, Kombes Iman: Kami Siap Beraksi 24 Jam!
-
Kepulauan Seribu Diserbu Wisatawan Saat Liburan, Polres Sebar Polisi di Tiap Dermaga
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
Polisi Ciduk Komplotan Jambret di Tamansari, Uang Hasil Kejahatan Dipakai Buat Pesta Sabu
-
Sebut Prabowo Anggap Gagasannya Suci, Sobary: Oh Paus Saja Ndak Begitu Bung!
-
Tak Ada Ampun! Hanya 6 Hari Pasca Penggerebekan, Pemprov DKI Sikat Habis Izin B Fashion Hotel