Suara.com - Komika Ridwan Remin membuat warganet heboh dengan lontaran bit komedinya di depan artis sekaligus anggota DPR Nurul Arifin dan Muhammad Farhan.
Bahan candaannya yang menyindir DPR membuat Remin merasa tegang saat membawakannya di acara E Talk Show TV One, Jumat (23/10/2020).
Juara kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 7 ini berhasil menggelitik Nurul Arifin dan Farhan sampai membuat mereka berkomentar.
Dalam acara itu, Ridwan menyentil soal kabarkabar di DPR RI yang belakangan santer dibicarakan pasca disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja.
"Gedung DPR jadi dijual?" Ridwan membuka materi komedinya.
Pertanyaan itu langsung membuat tawa Farhan pecah. Ia pun menunjukkan isyarat tidak menggunakan tangannya.
"Enggak ya. Sayang padahal enggak kepakai," kata Ridwan membaca isyarat tangan Farhan.
"Berarti tidak menghargai sejarah Indonesia," komentar Nurul Arifin.
Mendengar komentar itu, Ridwan hanya tersipu. Ia lantas melanjutkan materi komedinya.
Baca Juga: Dikepung Fans Ahok, Sapaan Anies Baswedan Ini Bikin Seisi Ruangan Heboh
"Tapi misalkan mau dijual, tadinya saya mau beli. Lumayan buat usaha kos-kosan kan," kata Ridwan memancing rasa penasaran orang-orang yang ada dalam acara itu
"Kayaknya itu gedung nyaman banget kalau dipakai tidur mah. Enggak akan ada suara berisik-berisik dari luar dan dalam. Karena kalo berisik-berisik, yaah.. tinggal mute," sindir Ridwan sambil menirukan cara mematikan mikrofon.
Seketika tawa pun pecah di antara para personil home band dan kru acara.
Usai melontarkan bit komedi itu, Ridwan mengaku merasa langsung tegang.
Farhan kemudian membuka suara mengenai bit komedi Ridwan dengan mengajak
"Yang dia bicarain pimpinan DPR loh Om, anggota DPR mah belum," kata Farhan.
"Kalau pimpinan DPR itu lawyer-nya Kejaksaan Agung loh," ancam Farhan dengan nada bercanda.
Remin pun lantas menegaskan bahwa sasaran komedi satirnya ditujukan bukan untuk DPR RI.
"Lu kan ngomong DPR, DPR sebelah mana ini?" tanya Wahyu Muryadi alias Om Why sebagai pembawa acara.
"DPR Zimbabwe," jawab Remin disambut gelak tawa penonton.
Berita Terkait
-
Dikepung Fans Ahok, Sapaan Anies Baswedan Ini Bikin Seisi Ruangan Heboh
-
Disemprot Disinfektan, Selama 2 Hari ke Depan Gedung DPR Tutup
-
Lagi, Puluhan Ribu Buruh Demo di Depan Gedung DPR, Batalkan UU Cipta Kerja
-
Ungkap Alasan Tak Kritisi Omnibus Law, Abdur: Slow, Tapi Rasanya Otoriter
-
Angkat Unsur Horor Komedi, Twisted Siap Tayang di Vision+
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
Rampung Akhir Bulan, Taman Bendera Pusaka Bakal Alih Fungsi Jadi 'Waduk' Saat Curah Hujan Tinggi
-
Prabowo Tidak Akan Anugerahkan Tanda Kehormatan ke Kapolri, Ini Alasannya
-
Pertemuan Prabowo dengan Taipan Dikritik: Kontradiktif dengan Semangat Lawan Oligarki!
-
Bukan Inisiatif Prabowo, Ahmad Khozinudin Sebut 5 Pengusaha Panik dan Minta Ketemu
-
Gus Ipul Desak Wali Kota Denpasar Tarik Ucapan Dinilai Menyesatkan Publik
-
Sarmuji Tegas ke Kader Golkar: Jangan Ada Jeruk Makan Jeruk di Koalisi
-
Ungkap Bobroknya Pilkada Langsung, Pengamat Singgung Perbaikan Sistem Pemilu
-
Noel Bongkar Teka-teki Parpol Tiga Huruf Berinisial 'K' di Kasus Korupsi K3 Kemenaker
-
Kelakar Prabowo Jawab Tuduhan Otoriter: Jangan-jangan Rakyat Ingin Itu Sedikit untuk Lawan Koruptor
-
Prabowo Tegaskan Berani Ambil Abolisi dan Amnesti: Hukum Jangan Jadi Alat Politik