Suara.com - Anggota Ombudsman Republik Indonesia Alvin Lie membongkar adanya dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang dilakukan hampir semua otoritas bandara hingga maskapai penerbangan di Indonesia.
Fakta-fakta itu dibeberkan Alvin Lie karena mendapatkan cerita langsung dari para pekerja di bandara.
"Saya mendapatkan info langsung dari pekerja bandara yang sehari-hari harus berhadapan melayani ratusan bahkan ribuan orang. Mereka antara lain mencakup petugas check-in, petugas boarding, aviation security (AvSec), customer service, petugas kebersihan," kata Alvin kepada Suara.com, Minggu (25/10/2020).
Berdasarkan pengakuan mereka, kata Alvin Lie, para petugas tak dibekali dengan alat pelindung diri (APD) lengkap saat bekerja. Yang paling mengejutkan menurut Alvin, petugas di bandara atau maksapai sama sekali belum pernah menjalani serangkaian pemeriksaan seperti rapid test hingga test swab.
"Ternyata selama ini mereka hanya dilengkapi dengan APD sederhana yaitu masker, sarung tangan dan sarana suci-hama tangan. Namun sungguh mengejutkan bahwa ternyata mereka hingga saat ini belum dilindungi dengan wajib uji Covid-19 baik rapid test maupun usap/PCR oleh instansi/ perusahaan," bebernya.
Menurutnya, sejumlah petugas bandara yang mengikuti tes Corona secara mandiri alias menggunakan uang pribadi.
"Sungguh ironis sementara awak pesawat dan pengguna jasa transportasi udara wajib menyertakan hasil uji Covid-19 yang setiap kali akan terbang harus divalidasi, pekerja bandara justru sama sekali diabaikan," kata dia.
Terkait cerita-cerita itu, Ombudsman RI telah memberikan masukan kepada Direktorat Perhubungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar memerhatikan kondisi para pekerja bandara yang tidak mendapatkan perlindungan diri selama selama masa pandemi Covid-19.
"Selaku anggota Ombudsman RI saya sudah menyampaikan saran kepada DirJen Perhubungan Udara Kemenhub, agar pekerja bandara yang sehari-hari menghadapi ratusan hingga ribuan penumpang, sepatutnya juga dilindungi dgn wajib uji Covid-19 sedikitnya 1 kali setiap 14 hari, atas biaya instansi/ perusahaan. Hal ini demi meningkatkan efektifitas pencegahan penularan Covid-19," kata dia.
Baca Juga: Banyak Kendala, RSUD Singkawang Hentikan Pemeriksaan PCR COVID-19
Berita Terkait
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto, Seminggu Menjabat Kini Tersangka Korupsi
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
Ketua Ombudsman Tersangka Korupsi, DPR Ngaku Tak Tahu Hery Susanto Berkasus Saat Uji Kelayakan
-
Pansel Ombudsman Klaim Tak Temukan Indikasi Korupsi Hery Susanto Saat Seleksi
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Bom Meledak di Bus Kolombia Hingga Ciptakan Kawah Besar, 20 Orang Tewas
-
BEM KSI: Dasco Selesaikan Masalah Dana Umat Katolik Secara Bijak, Isunya Jadi Tak Melebar
-
Anak 14 Tahun Tewas Dirudal Israel di Palestina
-
Identitas dan Kronologis Penangkapan Penembak di Acara Gala Dinner Donald Trump
-
Thailand Tangkap Mastermind Hybrid Scam Asal Indonesia, Tipu Investor AS di Aplikasi Kencan Online
-
Menteri PPPA Turun Tangan, Korban Kasus Daycare Little Aresha Dapat Pendampingan Psikososial
-
2 Eks PM Israel Bersatu Mau Gulingkan Benjamin Netanyahu
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Gempa Hokkaido Magnitudo 6,2 Picu Risiko Tanah Longsor
-
3 Demo Bakal Kepung Jakarta Pusat Hari Ini, Polisi Imbau Warga Hindari Sejumlah Titik