Suara.com - Konvoi ratusan mobil kelompok Yahudi pendukung Donald Trump di New York pada Minggu (25/10/2020) berujung bentrok, diwarnai perkelahian, teriakan hinaan, serta lemparan batu dan telur.
Menyadur Times of Israel, rombongan mobil lengkap dengan bendera Amerika Serikat, spanduk Trump 2020, itu berjalan dari Coney Island menuju Trump Tower Manhattan, sebelum mengikuti aksi di taman Brooklyn.
Para peserta konvoi yang memutarkan lagu-lagu Yahudi di sepanjang jalan ini berupaya menggelar aksi pra-pemilihan untuk Trump, sekaligus unjuk rasa terhadap pembatasan virus corona di beberapa daerah padat Yahudi di New York.
Hingga saat rombongan konvoi melewati kawasan Times Square, sekelompok aktivis disebutkan mencoba menghalangi laju mobil, meneriakkan umpatan-umpatan kepada pendukung Trump. Beberapa pengemudi keluar dari kendaraan dan betrokan tak terhindarkan.
Dalam video yang beredar di Twitter, menunjukkan beberapa pengunjuk rasa melempari kendaraan dengan telur dan batu, merampas bendera, dan meneriakkan hinaan.
Video lain memperlihatkan beberapa orang terlibat perkelahian fisik, petugas polisi menagan seorang pria tak dikenal dan pengunjuk rasa berteriak, "lepaskan dia."
Sebuah rekaman juga menampilkan sekelompok orang melemparkan benda-benda dari jembatan layang Brooklyn ke kendaraan yang dihiasi slogan Trump.
Fox News melaporkan seorang aktivis anti-Trump menyemprotkan merica ke sebuah keluarga beranggota tujuh orang saat mereka dalam mobil.
Kepolisian New York mengatakan telah menahan tujuh orang sehubungan dengan baku hantam yang terjadi di Time Square, namun tak merinci lebuh lanjut siapakah yang menjadi terangka, apalah pendukung atau penentang Trump.
Baca Juga: Mobil Wifi Jadi Solusi Akses Internet Bagi Siswa Kurang Mampu di AS
Unjuk rasa hari Minggu menyusul ketegangan berminggu-minggu di lingkungan Yahudi Ortodoks atas pembatasam virus corona.
Penasihat kampanye Trump, Boris Epshteyn dan ketua Suara Yahudi untuk Trump, mengorganisir rapat umum di Taman Laut Brooklyn pada akhir konvoi mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan