Suara.com - Masalah pandemi, diskriminasi rasial, dan perawatan kesehatan menjadi pusat perhatian dalam debat pamungkas antara Donald Trump dan Joe Biden.
Trump janjikan kesuksesan, sedangkan Biden janjikan kemuliaan dan kehormatan.
Presiden AS Donald Trump dan rivalnya dalam pilpres AS, Joe Biden, memperdebatkan sejumlah masalah kebijakan dalam debat pamungkas calon presiden untuk pilpres AS pada Kamis (22/10) malam waktu setempat atau Jumat (23/10) pagi waktu Indonesia.
Trump menyebut Biden sebagai politisi karier yang tidak efektif, sementara Biden menyebut Trump sebagai "presiden paling rasis dalam sejarah modern."
Debat yang diselenggarakan di negara bagian selatan Tennessee dianggap lebih teratur dibandingkan dengan debat pertama Trump dan Biden, yang disebut sebagai "tabrakan kereta."
Kini, setiap kandidat diberi waktu untuk menjelaskan poin-poin kebijakan dengan interupsi terbatas; mikrofon lawan dimatikan untuk memberikan kesempatan kepada kandidat yang dapat giliran bicara, memberikan pernyataan pembukaan yang lebh panjang di setiap topik.
Debat dibuka dengan masing-masing kandidat mengajukan pertanyaan tentang pandemi corona, sebelum beralih ke topik keamanan nasional, campur tangan pemilu, Korea Utara, perawatan kesehatan, stimulus ekonomi, imigrasi, rasisme, iklim dan lingkungan, dan diakhiri dengan pernyataan penutup tentang kepemimpinan.
AS 'bersungguh-sungguh' pada COVID-19
Dalam pernyataan pembukaan Trump tentang pandemi corona, ia berpendapat bahwa AS "bersungguh-sungguh" dan bahwa vaksin akan "dikirimkan dalam beberapa minggu." Trump juga menyebutkan kesembuhannya dari COVID-19, berpendapat bahwa dia sekarang "kebal."
Baca Juga: Debat Capres AS: Joe Biden Sebut Donald Trump seperti Abraham Lincoln
Biden menuduh Trump tidak melakukan apa pun untuk melawan pandemi, dan secara keliru mengklaim bahwa pandemi akan segera berakhir.
"Anda mengatakan orang-orang belajar untuk hidup dengan pandemi, orang-orang (malah) belajar untuk mati dengan itu," kata Biden menanggapi pernyataan Trump.
Kebijakan perawatan kesehatan Trump menuduh Biden berencana menghentikan kebijakan perawatan kesehatan swasta.
"Kami telah melakukan pekerjaan luar biasa pada perawatan kesehatan dan kami akan melakukannya lebih baik lagi," katanya.
Trump menambahkan bahwa rencana kebijakan perawatan kesehatannya akan lebih baik daripada Obamacare, tanpa menjelaskan spesifiknya secara detail, dan itu akan menjadi "perawatan kesehatan yang indah." Biden membantah tuduhan Trump dengan mengatakan bahwa ia mendukung pengobatan yang disosialisasikan.
"Setiap orang harus memiliki hak atas perawatan kesehatan yang terjangkau," kata Biden tentang rencana kebijakan perawatan kesehatan miliknya.
Berita Terkait
-
FIFA Diminta Desak Trump Hentikan Razia Imigrasi Saat Piala Dunia 2026, Emang Berani?
-
YouTube Hapus Video Lego Kritik Trump, Iran Murka: Pembungkaman Ala Barat
-
Disenggol Soal Paus Leo XIV hingga Tak Dibantu di Selat Hormuz, Trump Tantrum ke PM Italia
-
Update Perang Kata Donald Trump vs Paus Leo XIV, Ini Kronologinya
-
Asal Bapak Senang! Pete Hegseth Dituding Sesatkan Donald Trump soal Perang Iran
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026