Suara.com - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Donny Gahral Adian membantah bahwa pihak Istana Kepresidenan berada di balik Buzzer atau pendengung yang menyerang Koordinator Nasional Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Merah Johansyah.
"Buzzer dan Istana itu hal yang berbeda. Buzzer sekelompok orang yang kebetulan bersimpati terhadap pemerintah dan mereka bergerak secara spontan, independen, swadaya," kata Donny kepada Suara.com, Selasa (27/10/2020) malam.
Pernyataan Donny merespon kasus Merah Johansyah yang mengalami tindakan doxing dari buzzer pasca menuliskan perihal pengabadian jalan untuk Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi atau Uni Emirat Arab (UEA) melalui media sosial Twitter. Doxing terhadap Merah oleh buzzer yang disinyalir dari pendukung Jokowi itu pun mendapat kecaman dari organisasi masyarakat sipil, seperti SAFEnet.
Donny berdalih, tindakan doxing yang dilakukan para buzzer tersebut merupakan tanggungjawab pribadi dan tidak ada kaitannya dengan pemerintahan Presiden Jokowi. Dia pun menyanggah, para buzzer tersebut diorganisir oleh pemerintah.
"Jadi apapun yang mereka lakukan itu tanggung jawab pribadi. Jadi negara tidak campur tangan atau pemerintah tidak campur tangan. Pemerintah tidak memobilisasi, mengorganisir buzzer-buzzer, mereka bergerak sendiri tanpa ada komando," kilahnya.
Menurut Donny, doxing dan kegiatan penyerangan yang dilakukan oleh para buzzer terhadap aktivis maupun pihak yang mengkritik rezim Jokowi tanpa sepengetahuan Istana.
"Kalau suara resmi pemerintah ya seperti dari saya, Pak Ngabalin, pak Fadjroel. Kalau bazzer-bazzer itu kan diluar sepengetahuan dan perintah dari pemerintah," tutur Donny.
Bantah Isu Barter Lahan
Donny pun membantah adanya isu pemberian nama jalan Jokowi di Uni Emirat Arab (UEA) hasil ditukar dengan lahan 256 ribu hektare di Kalimantan Timur.
Baca Juga: Jokowi Dapat Sepeda Dari Daniel Mananta, KSP Segera Laporkan ke KPK
"Ya kalau dari Istana saya kira menyangkal ya, tidak ada barter penghargaan, pemberian nama jalan di Uni Uni Emirat Arab di Abu Dhabi dengan tanah (Di Kalimantan Timur)," kata Donny.
Donny menuturkan tidak mungkin tanah negara diserahkan kepada pihak asing. Pihak asing, kata Donny, hanya mendapatkan konsesi.
"Jadi salah juga kemudian ditukar, kan nggak mungkin penghargaan ditukar tanah, tanah negara. Seluruh Indonesia ini dari Sabang sampai Merauke milik negara, tidak mungkin diberikan kepada asing. Asing hanya bisa mengusahakan dalam bentuk konsesi," katanya.
Ia pun menyebut pernyataan yang disampaikan Merah soal pemberian nama Jalan Jokowi di UEA barter dengan tanah di kaltim tidak berdasarkan fakta.
"Nama pak Jokowi terlalu besar untuk kemudian dipergunakan untuk transaksi-transaksi seperti itu. Dan transaksi itu tidak ada, jadi saya kira yang disampaikan Jatam itu tidak berdasarkan data fakta yang akurat," kata Donny.
"Kalau kemudian ada investasi untuk mengusahakan suatu lahan. Sekali lagi itu tanah milik negara sampai kapan pun milik negara," sambungnya.
Berita Terkait
-
Suasana Lebaran di Istana, Senyum Tipis Iriana Jokowi Foto Bareng Presiden Prabowo
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Eks Wakapolri Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Cacat Hukum
-
Beathor: Rismon Sianipar Kini 'Minta Dirangkul' dalam Polemik Ijazah Joko Widodo
-
Peneliti LIPI Sebut Dinamika Politik 'Keluarga Solo' sebagai Perilaku Menyimpang
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Anjlok 51 Persen! Ini Dua Alasan Utama Penurunan Drastis Pemudik di Terminal Kalideres
-
Ada Ketegangan Geopolitik, Dubes Arab Saudi Pastikan Haji 2026 Aman
-
Menhub dan Seskab Sidak Dini Hari di Pulo Gebang, Ini Kata Mereka Soal Arus Balik Lebaran!
-
Penilaian Donald Trump ke Mohammad Bagher Ghalibaf: Dia Pilihan Menarik untuk Iran
-
Jejak Hitam Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua DPR Jagoan Donald Trump Pimpin Iran
-
Sosok Mohammad Bagher Ghalibaf, Pilot Pesawat Tempur Calon 'Boneka' Donald Trump Pimpin Iran
-
Rudal Kiamat Iran Hantam Kota Dekat Tel Aviv Israel, Belasan Warga Sipil Termasuk Anak-Anak Terluka
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa