Suara.com - Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Din Syamsuddin mengatakan organisasinya itu telah melebarkan sayap meskipun baru dibentuk sejak tiga bulan lalu.
Setelah sejumlah daerah melakukan deklarasi, Din menyebut banyak pihak yang menganggap KAMI sebagai organisasi yang berbahaya.
"Dalam usianya yang tiga bulan ini kami telah menjadi arus besar di bangsa ini. Telah terbentuk, telah dideklarasikan KAMI di berbagai provinsi bahkan di berbagai daerah," kata Din.
"Di Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan dan Lampung. Beberapa waktu lalu juga Sumut, Sumbar, dan banyak lagi dan juga sudah dideklarasikan KAMI di tingkat kabupaten/kota," tambahnya.
Din kemudian menyebut deklarasi KAMI juga dilakukan di beberapa negara seperti di Amerika Serikat, Australia, Taiwan, Mesir dan negara di belahan Eropa.
Menurut ia, banyaknya deklarasi yang dilakukan itu justru membuat banyak orang kaget.
"Ini yang membuat orang lain kaget. Ini yang membuat orang pihak tertentu kemudian menganggap kami sebagai bahaya besar," ujarnya.
Din langsung mematahkan anggapan orang-orang soal KAMI. Pasalnya ia beragumen kalau pembentukan KAMI ialah untuk memperbaiki arah negara ke depannya.
"Padahal kita berniat untuk bangsa dan negara meluruskan kiblat."
Baca Juga: Gatot Nurmantyo Langsung Telepon saat Polisi Bubarkan Acara KAMI di Jambi
Berita Terkait
-
Gatot Nurmantyo Langsung Telepon saat Polisi Bubarkan Acara KAMI di Jambi
-
Acara Belum Selesai, Deklarasi KAMI di Jambi Dihentikan Polisi
-
Live Zoom, Polisi Bubarkan Acara Deklarasi KAMI di Jambi karena Tak Berizin
-
Deklarasi KAMI di Jambi Didatangi Polisi, Minta Dihentikan
-
Bareskrim Tunda Pemeriksaan Petinggi KAMI Ahmad Yani
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!