Suara.com - Sebanyak 50 orang di Mozambik dipenggal oleh sekelompok islam ekstremis di sebuah lapangan sepak bola setelah menolak bergabung dengan gerakan tersebut.
Menyadur Independent, serangan itu dilakukan oleh kelompok yang terkait dengan ISIS di desa Muatide di provinsi Cabo Delgado yang dilanda konflik.
Kantor berita Mozambik mengatakan para penyerang membakar beberapa desa, menangkap, serta mengumpulkan orang-orang dari hutan terdekat di satu lapangan sepak bola, kemudian para korban dipenggal dan tubuh mereka dipotong-potong.
Wilayah Mozambik utara yang kaya gas telah dilanda konflik melibatkan kelompok lokal yang berafiliasi dengan ISIS yang dikenal sebagai Ahlu Sunnah Wa-Jamo, atau al-Shabaab secara lokal. Kelompok tersebut justru tidak terkait dengan kelompok pemberontak di Somalia yang lebih terkenal.
Dalam serangan lain pada April 2020, 52 orang dibunuh setelah mereka menolak bergabung dengan barisan militan.
Sementara pada Maret para militan membakar gedung-gedung pemerintah termasuk markas polisi dalam serangan yang menewaskan puluhan pejabat penegak hukum.
Pada Mei 2018, setidaknya 10 orang dipenggal kepalanya di dua desa di Mozambik utara yang dekat dengan perbatasan mereka dengan Tanzania.
Kelompok tersebut telah menargetkan desa-desa terpencil selama beberapa bulan terakhir dan mereka mencoba untuk memberikan pengaruh besar di wilayah tersebut, yang menyebabkan ribuan orang mengungsi.
Menurut laporan BBC, pemerintah Mozambik telah meminta bantuan internasional dalam melatih pasukannya untuk mengendalikan pemberontakan.
Baca Juga: Korban Tewas Akibat Topan Idai di Afrika Naik Jadi 843
"Kejahatan keji dan mengerikan atas nama keyakinan dan ideologi. Kita semua harus bersatu untuk mengakhiri keyakinan totaliter yang tidak memiliki belas kasihan dan penebusan," cuit aktivis hak asasi manusia Ayaan Hirsi Ali.
Pengacara internasional dan aktivis hak asasi manusia Hillel Neuer juga menyatakan kekecewaan atas insiden tersebut.
"Penduduk desa yang melarikan diri ditangkap, dipenggal & dipotong-potong dalam kekejaman yang dilakukan dari Jumat malam hingga Minggu. Dewan Hak Asasi Manusia PBB — yang menghabiskan hari ini untuk mengkritik AS — akan mengatakan & melakukan 0," cuit Neuer.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport
-
Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api
-
Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant
-
Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara
-
Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW