Suara.com - Sepasang kekasih di Australia Barat tidak sengaja merekam momen ketika seekor buaya besar yang terlihat berhadapan dengan seekor ikan hiu, seperti kisah Surabaya.
Menyadur 7News, Rabu (25/11/2020) video tersebut direkam oleh Bryce Connole dan Chelsea Wood, yang sedang memancing di sebuah sungai di Kununurra, Australia Barat.
Melalui kamera drone, pasangan tersebut berhasil merekam momen ketika seekor buaya sedang berhadapan langsung dengan seekor ikan hiu di Sungai Ord, Ivanhoe Crossing.
Dari video yang mereka posting di YouTube, buaya itu terlihat lebih besar dua kali lipat dari ukuran ikan hiu, yang langsung pergi setelah bertemu dengan buaya besar tersebut.
"Kami sangat terkejut, terutama karena itu adalah dua predator yang berenang di sekitar tempat kami memancing dan mendayung," kata Wood kepada The West Australian.
Namun, sehari setelah mereka menyadari momen langka tersebut, menurut penduduk sekitar buaya itu dilaporkan masih berkeliaran selama beberapa hari.
"Itu tidak mungkin 500 meter dari penyeberangan, dan melihat rekaman kami, buaya itu ada di sana selama lebih dari satu hari." ujar Wood.
Pasangan tersebut kemudian berkeliling di sekitar utara Australia Barat dan ingin melihat sejumlah satwa liar setempat.
"Kami agak tidak menyadari apa yang ada di perairan di sana dan berpikir tidak apa-apa untuk melakukan hal yang sama seperti penduduk setempat." ujar Wood.
Baca Juga: Sipir Lapas Ngaku Pernah Hubungan Intim dengan Seorang Napi hingga 5 Kali
Pasangan tersebut berencana melanjutkan perjalanan menuju ke Northern Territory, di mana akan ada lebih banyak buaya yang menunggunya.
Momen tersebut mengingatkan akan sebuah cerita legenda dari sebuah kota di Provinsi Jawa Timur yakni Surabaya.
Banyak yang beranggapan jika nama Surabaya berasal dari Sura dan Baya yang diambil dari pertarungan ikan hiu bernama dan seekor buaya.
Kedua hewan buas tersebut diceritakan sering bertarung untuk memperbutkan mangsa di sebuah perairan dengan kekuatan masing-masing.
Setelah sering bertarung dan belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah sampai akhirnya mereka membuat sebuah kesepakatan untuk membagi kekuasaan.
Chelsea Wood memperkirakan panjang buaya itu sekitar 16 kaki atau sekitar 4,8 meter. Beberapa buaya di Australia bisa tumbuh sepanjang 20 kaki atau 6 meter dan beratnya mencapai 1.300 kg.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?