Suara.com - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin menjadi salah satu pembicara dalam acara Mata Najwa, Rabu (25/11/2020) malam.
Keikutsertaannya dalam rombongan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo ke Amerika membuatnya dicecar banyak pertanyaan oleh Najwa Shihab.
Ali Mochtar Ngabalin dicecar sejumlah pertanyaan, mulai dari keterlibatannya dalam rombongan Menteri KKP Edhy Prabowo sampai apa saja agenda-agenda mereka selama tujuh hari di Amerika.
Najwa Shihab mendesak konfirmasi Ali Ngabalin sehingga dia pun menjawabnya satu demi satu pertanyaannya.
"Saya di sana sebagai Lembaga Pembina Komite Pemangku Kepentingan dan Kebijakan Publik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)," ungkap Ngabalin dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Najwa Shihab.
"Jadi anda memang bertugas di KKP sebagai pembina. Sudah berapa lama anda tugas di situ Bang Ali?" timpal Najwa Shihab bertanya.
Akan tetapi, saat Ali Mochtar Ngabalin mengutarakan penjelasannya, Najwa Shihab tiba-tiba memotongnya dengan melempar pertanyaan tambahan lainnya. Hal itu sontak membuatnya tampak seolah geregetan dengan Najwa Shihab.
"Najwa, dengar dulu penjelasan saya ya," tandas Ngabalin tegas.
Ali Mochtar Ngabalin lantas menjelaskan bahwa lembaga itu dulu dibentuk langsung oleh Edhy Prabowo usai menjadi Menteri KKP.
Baca Juga: Menteri Edhy Prabowo Tersangka, Anak Buah di KKP: Kami Fokus Kerja Saja
Adapun salah satu tugas mereka adalah membangun kembali komunikasi dengan para nelayan untuk nantinya dihubungkan dengan Kementerian KKP.
"Pemangku kepentingan dan kebijakan publik itu adalah komite yang dibentuk oleh Menteri Edhy Prabowo karena salah satu tugas yang menjadi kewenangannya adalah membangun kembali komunikasi dengan nelayan," jelas Ali Mochtar Ngabalin.
"Ini adalah komite yang dibentuk sebagai aspirasi nelayan dan juga kami bisa menghubungan dengan KKP beserta menteri dan jajarannya. Komite ini tidak digaji Najwa," tambah dia.
Lebih lanjut, Ali Mochtar Ngabalin lantas menjawab pertanyaan berikutnya yakni agenda apa saja yang rombongan Edhy Prabowo lakukan selama tujuh hari di Amerika.
Ali Mochtar Ngabalin tak menampik bahwa dia tahu semua yang dikerjakan Edhy Prabowo dari mulai berangkat sampai kembali lagi ke Indonesia.
"Saya tahu benar apa yang dilakukan mulai dari start hingga di mana. Apa yang dibicarakan, ketemu dengan siapa. Semua saya tahu dan saya mengerti yang dibicarakan sampai kami kembali ke Jakarta. Apa ada yang mau Najwa tanyakan kepada saya?" tukas Ali Ngabalin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
Pilihan
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
Terkini
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman
-
Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DKI Gelar Operasi Basmi Ikan Sapu-sapu Jumat Lusa
-
Horor di Sekolah Turki: Anak Mantan Polisi Tembak 4 Orang Tewas, 20 Lainnya Luka-luka
-
Pemimpin Fatah Marwan Barghouti Disiksa di Penjara Israel, Dipukuli hingga Diserang Anjing
-
Fakta Baru Kasus Begal Damkar di Gambir: 3 dari 5 Pelaku Ternyata Penjahat Kambuhan!
-
Catat! Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji Indonesia 2026
-
Atasi Sampah Cilincing, Pemprov DKI Bakal 'Sulap' Limbah Kerang Jadi Material WC
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
Baleg DPR Sepakati Perubahan Prolegnas 2026, Ada Lima RUU Baru Masuk Ini Daftarnya!
-
22 Tahun Nasib PRT Dipingpong, RUU PPRT Kini Terkatung-katung di Tangan Pemerintah