Suara.com - Sutradara Fajar Nugros memberikan kritikan soal judul video dan gaya foto Denny Siregar.
Dia berpendapat judul video dan gaya foto Denny Siregar tidak elok digunakan terkait kematian enam laskar FPI.
Menurut dia, dalam suasana duka tak sepantasnya judul dan foto tersebut digunakan.
Hal itu diungkapkan Fajar Nugros melalui akun Twitter @fajarnugros. Dia menyikapi sebuah cover video yang diunggah oleh akun Youtube Dua Ribu Empat Lima.
Dalam foto tersebut, terlihat gaya foto Denny Siregar yang seolah sedang mengarahkan pistol menggunakan jarinya.
Berdasarkan foto tersebut, video Youtube itu berjudul 'Bang! Bang! 6 Orang Laskar Mati'.
Dia menilai judul tersebut tidak menunjukkan rasa keprihatinan antar sesama manusia. Menurut Fajar, meski tidak prihatin dengan kejadian tersebut, seharusnya tidak membuat video dengan judul seperti itu.
"Saya bukan pendukung FPI sih. Tapi ada 6 orang tewas dan saya tentu prihatin. Kalau pun ada yang nggak prihatin, ya nggak perlulah sampai bikin video dengan judul begini, terus gaya foto begitu," tulis Fajar Nugros, dikutip Suara.com, Jumat (18/12/2020).
Lebih lanjut. Fajar Nugros menjelaskan penilaian tersebut merupakan sebagian dari pendapatnya.
Baca Juga: Peserta Aksi 1812 Ketahuan Bawa Senjata Tajam, GP Ansor Sentil Munarman
Dia mengatakan tidak ingin melakukan perdebatan terkait pendapatnya itu.
"Saya cuma ngomongin yang saya rasa aja sih, bukan mau debat. Silakan saja mau gimana, ini negara demokrasi," pungkasnya.
Perlu diketahui, dalam video tersebut Denny Siregar membahas soal kejadian berdarah yang menyebabkan enam laskar FPI tewas.
Video tersebut menjelaskan tentang kronologi kejadian 6 anggota FPI yang menyerang polisi dan ditembak mati.
Selanjutnya, video tersebut juga membahas tentang glorifikasi enam anggota FPI yang ditembak polisi hingga disebut syuhada.
Selain Fajar Nugros, warganet pun juga menilai bahwa judul dan video tersebut tidak elok.
Berita Terkait
-
Peserta Aksi 1812 Ketahuan Bawa Senjata Tajam, GP Ansor Sentil Munarman
-
Ormas Islam Akan Menyatakan Sikap Terkait Tewasnya 6 Laskar FPI Siang Ini
-
Detailkan Pemeriksaan, Komnas HAM Cek Lokasi Penembakan 6 Laskar FPI
-
PWNU DIY Tolak Aksi Bantu Syuhada di Titik Nol Km, Ajak Jauhi Kerumunan
-
Hari Ini Komnas HAM Cek TKP Penembakan Laskar FPI di Tol Cikampek
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional