Suara.com - Politisi Partai Demokrat Rachland Nashidik menyoroti ketimpangan harga BBM di pelosok negeri. Ia menagih janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin mewujudkan BBM Satu Harga.
Melalui akun Twitter miliknya @rachlanashidik, ia mengunggah sebuah artikel pemberitaan yang melaporkan harga BBM di Nunukan, Kalimantan Utara.
Warga di dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara harus mengantre panjang untuk membeli BBM yang harganya mencapai RP 35 ribu per liter.
Harga tersebut berbeda jauh dengan harga BBM di perkotaan yang tak sampai RP 10 ribu per liternya.
"Di Nunukan, Kalimantan Utara (saya kira tadinya di Jawa), harga BBM tinggi sekali," kata Rachland seperti dikutip Suara.com, Senin (21/12/2020).
Rachland menagih kembali janji Jokowi pada akhir 2016 lalu yang berencana membuat BBM Satu Harga.
Dalam program tersebut, pemerintah menugaskan PT Pertamina (persero) untuk membangun lembaga penyalur di 148 kabupaten/kota, salah satunya di Krayan, Kalimantan Utara.
Meski demikian, di wilayah tersebut harga BBM tetap mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi, berbeda jauh dengan harga aslinya.
"Pak @jokowi, apa kabarnya BBM Satu Harga?" sindir Rachland.
Baca Juga: Jokowi Ingin Pelabuhan Patimban Dimanfaatkan untuk Gairahkan Ekonomi Rakyat
Harga BBM Rp 35 Ribu di Nunukan
Selama dua pekan terakhir, warga dataran tinggi Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengeluhkan adanya kelangkaan BBM. Akibatnya, harga BBM melonjak drastis menjadi Rp 35 ribu per liter.
Bahkan, warga juga terpaksa harus mengantre panjang selama berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Pembelian BBM juga dibatasi, hanya warga dengan kartu kendali yang diberikan pemerintah setempat yang dapat membeli BBM sebanyak maksimal 3 liter.
Manajemen PT Pertamina menjelaskan, alasan kelangkaan BBM di wilayah tersebut karena terkendala kondisi cuaca dan medan jalan yang rusak.
Tak jarang, pesawat pengangkut BBM terpaksa harus menunda keberangkatanm menunggu cuaca kondusif di tengah musim penghujan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Siapa Juwono Sudarsono? Profil Menhan Sipil Pertama dan Tokoh Reformis TNI
-
Pengembang Game: Proteksi Belum Cukup, Anak Harus Diawasi 24 Jam
-
Perang Klaim AS-Iran: Teheran Tepis Kabar Damai yang Digagas Trump
-
Kabar Duka, Eks Menhan Juwono Sudarsono Meninggal Dunia di RSPI
-
Waspada Child Grooming, Pengamat Sebut PP Tunas Jadi Senjata Baru Lindungi Anak di Dunia Digital
-
PP Tunas Berlaku, Menag Tekankan Fondasi Agama dan Etika untuk Lindungi Anak di Ruang Digital
-
Krisis Selat Hormuz Memanas, Negara Teluk Siapkan Jalur Alternatif
-
Siap-Siap! Besok Puncak Arus Balik Kedua di Kampung Rambutan, 6 Ribu Orang Bakal Tiba di Jakarta
-
Fenomena Pendatang Baru: DPRD Ingatkan Pemprov DKI Jakarta Soal Bom Waktu Sosial
-
Soroti Penyalahgunaan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran, KPK: Bisa Jadi Pintu Masuk Korupsi