Suara.com - Sebentar lagi perayaan Hari Natal 2020 akan segera tiba. Umumnya, Natal identik dengan Sinterklas dan Santa Claus. Kalian lebih sering menyebut sosok itu dengan istilah Sinterklas atau Santa Claus? Ternyata keduanya memiliki perbedaan.
Sosok Sinterklas atau Santa Claus selalu muncul di perayaan Natal. Sosok Santa Claus sendiri merupakan sosok kakek berjanggut putih yang sering hadir untuk membagikan hadiah Natal. Dan ternyata, tak banyak yang tahu bahwa Santa Claus dan Sinterklas itu berbeda.
Mengenal Sosok Santa Claus
Cerita tentang Santa Claus sendiri telah populer di Amerika serikat. Tokoh Santa Claus digambarkan dengan perawakan tubuh yang gemuk, berjanggut putih, mengenakan mantel dan topi, serta membawa kantong hadiah.
Kendaraan yang digunakan Santa Claus adalah kereta salju yang ditarik oleh Sembilan rusa kutub. Santa Claus akan membagikan hadiah pada anak-anak pada tanggal 24 Desember.
Mengenal Sosok Sinterklas
Sementara itu, Sinterklas diilhami dari Saint Nicolas. Ia adalah seorang tokoh yang dermawan kepada orang-orang miskin dan ceritanya menjadi asal-usul cerita Sinterklas di Belanda.
Karena terilhami dari seorang Saint, maka Sinterklas digambarkan layaknya uskup lengkap dengan jubah keuskupan, topi uskup yang disebut mitre dan juga tongkat gembala uskup yang berbentuk melingkar pada bagian atasnya.
Meskipun dikenal dari Belanda, tetap masyarakat Belanda menceritakan Sinterklas berasal dari Spanyol. Ciri-ciri fisiknya adalah memiliki rambut gondrong dan janggut putih, hampir mirip dengan Santa Claus.
Baca Juga: 55 Kata-kata Ucapan Harapan di Tahun Baru 2021, Cocok Jadi Story WA dan IG
Namun berbeda dengan Santa Claus yang memiliki kereta salju dan ditarik oleh rusa kutub, kendaraan Sinterklas adalah kereta yang ditarik oleh kuda putih. Perbedaan lainnya adalah, Sinterklas membagikan hadiah pada anak-anak pada tanggal 5 Desember.
Nah, sekarang sudah tahu kan bedanya Santa Claus dan Sinterklas? Lantas, apakah keduanya nyata?
Sinterklas yang tidak lain adalah Saint Nicolas dari Belanda dikabarkan benar-benar ada dan hidup pada abad ke-4 dan meninggal pada tanggal 6 Desember. Kisahnya yang suka membagikan hadiah pada anak-anak kemudian berkembang sampai ke Amerika Serikat dan munculah Santa Claus.
Terlepas dari itu, sampai saat ini kisah Sinterklas atau Santa Claus yang memberikan hadiah pada anak-anak yang baik masih terus dipercaya. Anak-anak pun banyak yang mempercayai hal tersebut sampai sekarang.
Demikian penjelasan tentang persamaan dan perbedaan Sinterklas atau Santa Claus. Jadi, jangan salah ucap dan salah pengertian ya.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk
-
Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra
-
Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat
-
Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu
-
Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian
-
Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3
-
Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!
-
Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam
-
Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor
-
Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028